Arbil, LiputanIslam.com –   Dewan Tinggi Referendum Kurdistan Irak menegaskan pihaknya bertekad menyukseskan rencananya menggelar referendum kemerdekaan wilayah Kurdistan Irak pada 25 September mendatang. Di pihak lain, pemimpin faksi Kebijaksanaan Nasional (al-Hikmah al-Wathani) Irak menyatakan krisis referendum Kurdistan akan mendatangkan “kejutan-kejutan” pada beberapa jam mendatang.

Dewan Tinggi Referendum Kurdistan Irak dalam pertemuan yang dipimpinan oleh pemimpin Kurdistan Irak Masoud Barzani di resot Salahuudin, provinsi Arbil, Minggu (17/9/2017), telah membahas prakarsa internasional mengenai opsi alternatif untuk menunda referendum.

Sumber anonim mengatakan bahwa dewan ini memutuskan untuk mengirim utusan ke Baghdad dalam dua hari ke depan guna berunding dengan pemerintah pusat Irak.

Sementara itu, tokoh berpengaruh Irak Ammar al-Hakim, pemimpin faksi Kebijaksanaan Nasional (al-Hikmah al-Wathani, di hari yang sama memperkirakan bahwa dalam beberapa jam mendatang akan terjadi “kejutan-kejutan.”

Dia mengatakan akan segera dilakukan inisiatif-inisiatif yang mendesak demi mengamankan  Irak dari ancaman bahaya.

“Opsi kami ialah pembatalan referendum dan kembali kepada dialog. Kami berharap ada gerakan politik pada 72 jam mendatang menuju kejutan-kejutan yang melindungi semua pihak dari bahaya ,” tuturnya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL