Riyadh, LiputanIslam.com –  Menlu Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dalam kunjungannya ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi menyebut Iran telah melakukan tindakan-tindakan yang “mengacaukan stabilitas” kawasan Timteng. Di pihak lain, Iran menegaskan bahwa meskipun AS banyak bertingkah tapi tak berani melepaskan sebutirpun peluru ke arah Iran.

Pompeo tiba di Riyadh, Sabtu (29/4/2018), dan segera menemui Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Dia mengadakan safari tiga hari ke Timteng dengan berkunjung ke Saudi, Yordania, dan Israel, dengan agenda terutama membahas perjanjian nuklir Iran.

Dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Saudi, Adel al-Jubeir, dia menyebut Iran “mengacaukan Timteng, mendukung milisi dan kelompok-kelompok teroris, dan bertindak laiknya pedagang senjata karena mempersenjatai Houthi (Ansarullah) di Yaman, melakukan peretasan elektronika, dan menyokong Assad, Sang Pembunuh.”

“Tak seperti pemerintahan (AS) sebelumnya, kami tidak mengabaikan terorisme Iran yang berskala luas,” imbuhnya.

Presiden AS Donald Trump pada tanggal 12 Mei mendatang akan mengambil sebuah keputusan mengenai perjanjian nuklir Iran (JCPOA), dan diduga kuat bahwa dia akan menarik AS dari JCPOA sebagai persiapan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton, Minggu (29/4/2018), mengatakan bahwa sejauh ini Trump belum menentukan sikap apakah AS jadi keluar dari JCPOA. Dia juga mengatakan bahwa Trump justru mempelajari usulan sejawatnya dari Perancis Emmanuel Macron mengenai pengadaan perundingan baru dengan Iran untuk perjanjian berskala luas. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL