Moskow, LiputanIslam.com –   Raja Salman Bin Abdul Aziz dalam kunjungannya ke Rusia mengecam keras negara jirannya, Republik Islam Iran, yang selama ini justru menjalin hubungan erat dengan Rusia.

Dalam pernyataan di sela-sela pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putir, seperti dilansir Interfax milik Rusia, Kamis (5/10/2017), dia menegaskan bahwa Iran harus menyudahi campurtangannya dalam berbagai konflik di Timteng karena campur tangan ini mengusik stabilitas di kawasan ini.

Dalam konflik Suriah, Saudi menyokong oposisi dan teroris sementara Iran dan Rusia menyokong pemerintah Damaskus. Sedangkan dalam konflik Yaman, Saudi mendukung presiden dan pemerintahan tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi, sementara Iran mendukung Ansarullah dan sekutunya yang menyingkirkan pemerintahan Hadi.

Para pengamat menilai kunjungan Raja Salman ke Moskow sebagai langkah penyesuaian Saudi dengan berkembangnya pengaruh Rusia di Timteng.

Dalam kunjungan ini Saudi meneken perjanjian awal dengan Rusia yang memungkinkan pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, dan memungkinankan pula pembuatan sistem ini di Saudi.

Menurut laporan perusahaan industri militer Saudi, sesuai perjanjian ini Saudi antara lain akan membeli sistem S-400, sistem Kornet-em anti tank, dan senapan Kalashnikov AK-103. Selain itu, perjanjian ini juga menjamin  “transfer teknologi” dan penyelenggaraan “program pelatihan” untuk Saudi.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL