Menlu_Kanada di ramallahRamallah, LiputanIslam.com – Kedatangan Menteri Luar Negeri Kanada John Baird mendapat sambutan “istimewa” berupa lemparan telur dan sepatu dari massa Palestina yang menggelar aksi protes terhadap sikap Kanada terhadap Rezim Zionis Israel, Minggu kemarin (18/1/2015)

Sebagai dilaporkan Reuters, peristiwa pelemparan terjadi ketika Baird keluar dari gedung tempat dia selesai mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Palestina, Riad Malki, di Ramallah, Tepi Barat.

Saat itu ratusan massa menggelar aksi dengan meneriakkan slogan “di sini tak orang yang menyambutmu”, “Malulah, kau Baird,” dan “Palestina, merdeka, merdeka.” Mereka juga membentangkan poster-poster antara lain bertuliskan, “Jerussalem (Baitul Maqdis) adalah ibu kota kami, Baird,” dan “Malki, mengapa kau sambut penggandrung apartheid?”.

Massa kemudian melemparkan telur dan sepatu ke arah rombongan Baird untuk menandai kegusaran mereka terhadap kebijakan Kanada yang sangat memihak kepada Israel.

Dalam penggalan video yang diunggah di situs berita BBC terlihat Braid sendiri nyaris terkena lemparan. Satu telur di antaranya tepat mengena bagian atas pintu tengah mobil beberapa detik setelah Braid masuk ke dalamnya. Sejumlah pria yang berada di sekitar mobil terkena percikan telur yang menimpa bagian pinggir atap mobil. Satu pria yang mengenakan jas terlihat segera lari ke arah bangunan setelah wajahnya terkena percikan isi telur.

Konvoi mobilnya tak pelak menjadi bertelepotan isi telur mentah. Karpet merah depan pintu bangunan yang digelar hingga ke depan pintu mobil juga terkena letupan telur.

Menurut Reuters, puluhan pasukan khusus Palestina anti huru-hara bersenjata lengkap telah dikerahkan di lokasi sekitar bangunan, namun mereka tak dapat mencegah hujan telur.

Kanada adalah salah satu negara yang pada tahun 2012 memberikan suara menolak perekrutan Palestina sebagai negara pemerhati non anggota di Majlis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beberapa waktu lalu Baird juga menyebut upaya Palestina untuk menjadi anggota Pengadilan Internasional sebagai tindakan yang meresahkan dan berbahaya.

Perunding senior Palestina dalam statemennya Minggu kemarin meminta Baird meminta maaf kepada Palestina karena pernah mengadakan pertemuan dengan para pejabat Israel di Baitul Maqdis pada tahun lalu.

“Kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah Kanada mengambil sikap historis yang keliru dan memberikan dukungan secara membuta kepada rezim pendudukan Zionis dan kebijakan apartheid,” ungkapnya.

Baird mengadakan kunjungan lima hari ke Palestina dan Israel untuk melakukan pertemuan kenegaraan dengan para pejabat otoritas Palestina dan Rezim Zionis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*