Syeikh Yusuf Qaradawi pada sesi pembukaan Konferensi Internasional Al-Quds ke-7 di Aljazair, Maret 2007 (Reuters)

Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir yang sudah sekian bulan memblokade Qatar telah menambah dua ormas Islam dunia dan 11 tokoh dalam daftar teroris .

Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Rabu (22/11/2017), menyebutkan bahwa dua ormas Islam yang baru dimasukkan dalam daftar organisasi dan tokoh teroris itu adalah “Majelis Islam Internasional (International Islamic Council/IIC)” dan “Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars/IUMS)”.

IUMS adalah organisasi yang didirikan pada tahun 2004 dengan pimpinan ulama tersohor berdarah Mesir yang tinggal di Qatar, Syeikh Yusuf Qaradawi.  Anggota ormas ini antara lain ulama Saudi Salman Al-Awdah yang ditangkap di Saudi pada September lalu, ulama Tunisia Rached Ghannouchi yang memimpin partai Ennahda, dan ulama Maroko Ahmed Raissouni.

Menurut  SPA, pencatuman nama-nama baru dalam daftar teroris ini adalah dalam rangka mewaspai dan memerangi terorisme, dan dua ormas tersebut merupakan dua organisasi teroris yang bekerja untuk menyebar terorisme melalui retorika keislaman dan menggunakan retorika ini untuk memudahkan berbagai kegiatan teror.

Sedangkan 11 tokoh itu dicatat oleh empat negara tersebut sebagai orang-orang yang telah melancarkan berbagai aksi teror yang didukung langsung oleh Qatar antara lain dengan membekali mereka paspor dan menempatkan mereka di lembaga-lembaga berkedok sosial untuk memudahkan gerakan mereka.

Empat negara pemblokade Qatar itu menegaskan bahwa pemerintah Doha mendukung, mengayomi, dan mendanai terorisme, mempromosikan ekstemisme, menebar ujaran kebencian, dan sampai sekarang belum menempuh tindakan kongkret untuk menghentikan aktivitas terorisme.

Kubu Saudi ini menegaskan bahwa langkah dan ketetapan ini diambil dalam rangka komitmen dan konsistensi mereka untuk memerangi terorisme, mengeringkan sumber-sumber pendanaan terorisme, memerangi radikalisme dan pemberantasan alat propaganda dan penyebarannya, serta menggalang tindakan kolektif untuk memeranginya dan melindungi masyarakat dari gangguannya. (mm/rt/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL