Sanaa, LiputanIslam.com –  Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meminta Iran bersekutu dengannya, dan sembari mengingatkan terjadinya perubahan perimbangan kekuatan di Timteng dia juga menyerukan kepada negara-negara Arab anggota koalisi pimpinan Arab Saudi agar segera keluar dari koalisi militer yang menyerang Yaman ini.

Hal ini dinyatakan Saleh dalam simposium kebudayaan yang diselenggarakan di Sanaa, ibu kota Yaman, Selasa (28/11/2017) dalam rangka memperingati keluarnya seluruh pasukan Inggris dari Yaman di era kolonialisme.

Dia menambahkan bahwa apa yang terjadi di Saudi dan blokade terhadap Qatar telah memenuhi harapannya akan terjadinya “perubahan peta dan keseimbangan di kawasan  akibat agresi terhadap Yaman.”

Kepada negara-negara Arab itu dia mengingatkan, “Tidaklah terhormat bagi kalian memandang anak-anak kecil dan kaum wanita kami terbantai oleh rudal-rudal kalian di depan segenggam uang dolar dan pembelian perasaan untuk penghancuran bangsa Yaman.”

Dia mengimbau Mesir keluar dari koalisi ini dengan menegaskan, “Saya mengajak Mesir sebagai saudara agar menarik diri dari koalisi ini, dan hari ini atau besok, insya Allah, saya akan memublikasi untuk mereka dokumen penting dari Raja Faisal kepada Presiden Amerika Johnson (1963 – 1969) mengenai Perang 1967. Di situ dia mengatakan, ‘Jangan sekali-kali kamu menarik pasukan Mesir dari Yaman kecuali jika Israel bergerak untuk menduduki Gaza, Sinai, dan Tepi Barat. ‘ Ini adalah suatu pernyataan jelas yang kemudian memaksa Abdul Nasser menarik pasukan dari Yaman, dan penjajahan ini bertahan pada tahun 1966. Keluarlah, wahai Mesir Negeri Kan’an, (dari koalisi pimpinan Saudi). Tidaklah membuatkan kalian mulia menyaksikan anak-anak kecil kami terbantai dan kaum perempuan kami menjadi janda di tangan rezim Saudi. Keluarlah kalian dari koalisi mencurigakan ini.”

Saleh kemudian mengimbau Iran masuk bersama Yaman dalam sebuah aliansi strategis anti agresi. Dengan imbauan ini dia sekaligus membantah bahwa sejauh ini sudah ada bantuan dari Iran untuk Yaman dalam melawan Saudi.

Seperti diketahui, Saudi berulangkali menuding Iran telah membantu kelompok Ansrullah (Houthi) yang bersekutu dengan loyalis Saleh dengan senjata, termasuk rudal balistik yang dilesatkan Ansarullah ke bandara di Riyadh, namun Iran tegas membantah tuduhan ini.  (mm/yementoday)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL