Aden, LiputanIslam.com –  Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk menyingkirkan Abd Rabbuh Mansour Hadi, orang yang selama ini mereka dukung sebagai presiden Yaman. TV al-Mayadeen, Jumat (28/4/2017), melaporkan bahwa kedua negara kaya Arab Teluk itu bermaksud menggeser Hadi dengan wakilnya, Muhsin al-Ahmar, setelah Hadi mencopot sejumlah pejabatnya yang dekat dengan UEA.

Sumber-sumber lokal kota Aden, Yaman selatan, menyatakan telah terjadi pertempuran sengit kelompok bersenjata tak dikenal melawan pasukan loyalis Mansour Hadi di kota ini setelah peristiwa pencopotan tersebut.

Sumber-sumber politik menyebutkan bahwa keputusan Mansour Hadi itu merupakan sebentuk tindakan antisipatif terhadap Arab Saudi dan UEA yang dilakukan setelah UEA meminta Hadi menyerahkan jabatannya kepada al-Ahmar.  Hadi menolak permintaan itu dan malah mencopot gubernur Aden, Idrus al-Zubaidi, dan menteri dalam negeri Hani bin Barik yang sama-sama dekat dengan UEA.

Sumber-sumber yang dekat dengan al-Mayadeen mengatakan bahwa “Pasukan Resistensi Selatan” menyerukan kepada penduduk supaya berkonsentrasi di al-Ma’ala Square dan berunjuk rasa memrotes keputusan Hadi tersebut.

Kepala Administrasi Keamanan Aden mengatakan bahwa badan-badan keamanan berkewajiban menjalankan instruksi al-Zubaidi.

Al-Mayadeen melaporkan bahwa pasukan UEA yang ditempatkan di Bandara Aden telah menangkap Brigjen Mihran al-Qabati, komandan Divisi 4 Garda Kepresidenan, dan orang dekat Mansour Hadi. Dia ditangkap ketika baru tiba dari kunjungan ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Beberapa jet tempur UEA melakukan penerbangan intensif di angkasa Aden dan melesatkan bom-bom cahaya di atas dua pangkalan pasukan loyalis Hadi di kawasan Dar Saad. Selain memecat al-Zubaidi dan Bin Barik, Hadi juga melakukan perombakan kabinetnya.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya sejak 26 Maret 2015 melancarkan agresi militer ke Yaman dengan dalih membela Mansour Hadi. Agresi ini telah menjatuhkan korban meninggal lebih dari 12,000 orang dan korban luka puluhan ribu orang, serta menyebabkan juta orang mengungsi. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL