pasukan suriah di selatan aleppoBeirut, LiputanIslam.com –   Pasukan pemerintah Suriah kembali mengepung secara total bagian timur kota Aleppo, Minggu (4/9/2016), setelah berhasil merebut kembali tiga komplek akademi militer dari tangan kelompok-kelompok bersenjata yang telah menguasainya dalam satu bulan terakhir. Demikian dilaporkan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), sebagaimana dilansir AFP.

“Pasukan pemerintah berhasil menguasai Sekolah Artileri setelah menguasai Sekolah Persenjataan dan Fakultas Teknik Udara, dan kembali mengepung kawasan permukiman bagian timur Aleppo,” kata direktur Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahman.

Tiga akademi itu terletak di pinggiran selatan kota yang dulu merupakan sentra perekonomian Suriah tersebut. Dengan demikian, pasukan Suriah dan sekutunya telah memblokir kembali satu-satunya jalur suplai ke kawasan timur Aleppo yang dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata dan dihuni oleh sekitar 250,000 penduduk.

Sejak tahun 2012 Aleppo terbelah menjadi kawasan timur yang dikuasai oleh kawanan teroris dan pemberontak, dan kawasan barat yang dikuasai oleh pasukan Suriah.

Sejak 31 Juli terjadi pertempuran sengit di bagian selatan Aleppo akibat serangan mati-matian Jaish al-Fath untuk memecah kepungan pasukan Suriah dan sekutunya terhadap Aleppo timur. Jaish al-Fath merupakan aliansi beberapa kelompok pemberontak dan teroris, termasuk Jabhah al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhah Fath al-Syam setelah menyatakan memisahkan diri dari al-Qaeda.

Sepekan setelah memulai serangan, Jaish al-Fath berhasil menguasai kawasan akademi militer dan memecah kepungan pasukan Suriah yang sudah berjalan sekitar tiga minggu terhadap Aleppo timur. Mereka membuka jalur suplai baru yang melintas di kawasan al-Ramusa yang berada di dekat kawasan tersebut.  Setelah itu aliansi pemberontak Suriah bersumpah akan dapat menguasai semua wilayah Aleppo.

Sejak itu, pasukan pemerintah yang dibantu relawan pertahanan nasional Suriah, milisi Hizbullah, pasukan Iran dan serangan udara Rusia berhasil menguasai kawasan tersebut.

Washington Minggu kemarin menyatakan bahwag maju pasukan Suriah terjadi bersamaan dengan “mundurnya” Rusia dari perundingan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai “penghentian kekerasan” di Aleppo. AS yang menyokong pemberontakan dan terorisme di Suriah meneriakkan penghentian kekerasan sejak pasukan Suriah berhasil mengepung kota ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL