Foto bersama para pemimpin dan pengamat dari negara-negara Muslim menjelang KTT luar biasa OKI, di Istanbul, Turki, Jumat, 18 Mei 2018. (Turkish Presidential Press)

Istanbul, LiputanIslam.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah berlangsung di Istanbul, Turki, Jumat malam (18/5/2018), dan merilis resolusi berisi seruan kepada masyarakat internasional agar membela bangsa Palestina, termasuk dengan mengirim pasukan penjaga perdamaian.

OKI “mengecam keras kejahatan” yang dilakukan pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza yang telah menggugurkan 60-an orang dan melukai lebih dari 3000 lainnya pada 14-15 Mei lalu.

OKI dalam resolusinya menyerukan kepada 57 negara anggotanya serta lembaga-lembaga internasional agar menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk tim pencari fakta (TPF) internasional guna menyelidiki kejahatan Israel belakangan ini di Jalur Gaza.

Resolusi ini menjelaskan bahwa Israel telah melakukan aksi-aksi bengis dan kejam dengan dukungan AS hingga menjatuhkan banyak korban di Jalur Gaza.

OKI juga menyatakan tekadnya untuk menempuh tindakan-tindakan diplomatik dan ekonomi terhadap negara-negara yang mengakui al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato pembukaan KTT mengaku akan membawa kasus Gaza dan Al-Quds ke Majelis Umum PBB. Dia juga mengingatkan apa yang beberapa waktu pernah dia katakan bahwa kegagalan melindungi Al-Quds memungkinkan adanya ancaman bagi Mekkah Al-Mukarromah di masa mendatang.

Emir Kuwait Syeikh Sabad Al-Ahmad al-Sabah mengatakan bahwa peresmian Kedubes Amerika Serikat (AS) untuk Israel di Al-Quds merupakan keputusan sepihak yang melangkahi status ke-Palestinaanya, bertujuan men-Judaisasi dan mendudukinya, dan mengubah demografi serta status keagamaan dan historisnya.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah menyerukan pengiriman pesan tegas terhadap agresi AS terhadap bangsa Palestina.

Sedangkan Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis tersebut menyalahi semua konvensi dan hukum internasional serta merupakan arogansi AS yang memberi lampu hijau bagi Israel dalam membantai orang-orang Palestina. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*