GCCRiyadh, LiputanIslam.com – Negara-negara Arab Teluk Persia menyatakan setuju menggelar konferensi di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dengan agenda “pembebasan Yaman dari krisis”.

Sumber resmi Arab Saudi, sebagaimana dikutip Rai al-Youm, mengabarkan bahwa konferensi ini akan digelar berdasarkan permintaan Abd Rabbuh Mansur Hadi, Presiden Yaman yang telah mengajukan permohonan pengunduran diri namun belakangan menarik kembali permohonan itu setelah dia kabur dari Sanaa, ibu kota Yaman, ke kota Aden di bagian selatan Yaman. Tidak disebutkan kapan konferensi itu akan digelar.

Sekretariat jenderal negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) akan segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk penyelenggaraan konferensi yang diusulkan Hadi dalam suratnya yang dilayangkan kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, tersebut.

Dia mengusulkan supaya konferensi itu mengundang “seluruh faksi politik Yaman yang menghendaki terjaganya keamanan dan stabilitas Yaman”.

Dia juga menegaskan bahwa konferensi itu harus “bertujuan… menjunjung legitimasi dan menolak revolusi” yang digerakkan oleh Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi, semua kelompok harus “menyerahkan senjata dan perlengkapan militer kepada pemerintah”, dan “pemerintah harus kembali berkuasa atas seluruh wilayah Yaman.”

Seperti diketahui, Sanaa sejak 21 September 2014 dikuasai oleh milisi Ansarullah. Hadi yang dikenai tahanan rumah berhasil kabur ke Aden pada 21 Februari lalu. Dia lantas mengumumkan Aden sebagai ibu kota Yaman dengan alasan Sanaa “diduduki” oleh Ansarullah, meskipun konstitusi negara ini menegaskan Sanaa sebagai ibu kota.

Tak lama setelah itu sejumlah besar negara Teluk Persia memindah kedutaan besarnya dari Sanaa ke Aden yang dikuasai oleh tentara dan milisi pendukung Hadi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*