Teheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran menyatakan prihatin atas putusnya hubungan diplomatik sejumlah negara Arab dengan Qatar, dan mengimbau supaya krisis ini diselesaikan melalui jalur politik.

Kemlu Iran dalam statemennya, Senin (6/6/2017), mengingatkan bahwa eslakasi di kawasan yang terjadi bersamaan dengan banyaknya dampak terorisme maupun berlanjutnya pendudukan Palestina oleh Israel tidak akan membawa keuntungan apapun bagi negara-negara regional.

Teheran menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan logika demi membuka celah penyelesaian dan memulihkan stabilitas hubungan antarnegara regional.

Kemlu Iran menegaskan bahwa perselisihan antarnegara regional, termasuk Qatar dengan tiga negara serumpunnya, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain tidak akan bisa diselesaikan kecuali melalui jalur politik, damai, dan dialog secara terbuka antara kedua pihak.

Iran mengingatkan bahwa penggunaan cara blokade sudah terbukti gagal di dunia, tercela dan tak dapat diterima.

Sementara itu, Menlu Iran Mohammad Jawad Zarif menyerukan dialog antar negara Teluk, dan menghubungi para sejawatnya di Turki, Irak, Oman dan Indonesia.

Zarif mengimbau Saudi, UEA, dan Bahrain supaya menempuh jalur dialog dengan Qatar, dan mengingatkan bahwa intimidasi bukanlah solusi.

“Negara-negara tetangga sama solidnya, geografi tak bisa diubah, tekanan bukanlah cara penyelesaian, dan dialog adalah perkara yang urgen, terutama di bulan Ramadhan yang diberkahi,” tulis Zarif di halaman Twitternya.

Ketua Komisi Keamanan dan Politik Majelis Syura Islam (parlemen Iran) Alaoudin Borojerdi mengatakan tidak tertutup kemungkinan situasi akan terus memburuk di kawasan Teluk. Dia juga menyebut eskalasi ini terjadi akibat campurtangan Amerika Serikat (AS) di kawasan dan merupakan buah hasil kunjungan Presiden AS ke Arab Saudi.

Sebagaimana Iran, Turki juga menyerukan supaya krisis hubungan Qatar dengan Saudi Cs diselesaikan melalui kanal dialog.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu dalam jumpa pers di Ankara mengatakan, “Problem antarnegara bisa saja terjadi, tapi harus terus dilakukan dialog… Kami akan memberikan sebentuk dukungan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.” (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL