irak pembebasan ramadiBaghdad, LiputanIslam.com – Kota Ramadi, ibu kota provinsi Anbar , akhirnya bebas sepenuhnya dari cengkraman kawanan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal ini terjadi sehari setelah tersiar kabar bahwa ISIS kembali menebar keganasan dengan menyembelih ratusan warga beberapa suku di Anbar dalam beberapa hari terakhir.

Sebagaimana dilansir al-Sumaria News, juru bicara operasi militer Irak untuk kawasan Anbar, Jenderal Sa’ad Ma’an Kamis (16/4) mengatakan, “Angkatan bersenjata Irak telah mengendalikan sepenuhnya kota Ramadi.”

Dia mengakui bahwa kawasan al-Sofia dan al-Boghanim masih diduduki ISIS, namun menurutnya dua kawasan ini sudah berada di luar wilayah Ramadi, dan dia optimis bahwa ISIS juga akan segera tersingkir dari dua kawasan ini.

“Pasukan Irak dalam waktu dekat juga akan memulai operasi besar untuk menyapu komplotan teroris ISIS di al-Sofia dan al-Boghanim,” ujarnya.

Sebelumnya di hari yang sama kepolisian provinsi Anbar menyatakan situasi di Ramadi genting dan meminta Kementerian Dalam Negeri supaya mendatangkan senjata dan amunisi tambahan ke lokasi.

Permintaan serupa juga dinyatakan sehari sebelumnya oleh Shabah al-Karhut, ketua parlemen provinsi Anbar. Dia menyatakan Ramadi masih mendapat serangan dari kawanan teroris. Dia meminta pemerintah membekali kelompok-kelompok adat dengan senjata berat dan mutakhir.

ISIS Sembelih 300 Orang

Anggota parlemen Anbar Adel Khami al-Mahlawi Rabu (15/4) dalam jumpa pers mengumumkan bahwa ISIS kembali menebar genosida dalam bentuknya yang paling mengerikan. Dia mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ISIS telah menyembelih sekitar 300 warga yang sebagian besar adalah warga suku-suku setempat.

“ISIS masih terus melanjutkan kejahatan terhadap rakyat Irak, terutama warga suku-suku Anbar,” katanya, seperti dikutip PressTV.

Dia menambahkan bahwa para korban adalah warga dari suku-suku Abu Mahal, al-Karabla, al-Salman, Albu Obaid dan al-Raoyen.

Dia meminta pemerintah Irak dan pasukan relawan segera memerangi ISIS, menyelamatkan penduduk Anbar dan membekali mereka dengan senjata dan peralatan demi mengakhiri cengkraman ISIS. Dia juga mendesak masyarakat internasional supaya ikut turun tangan.

Seperti diketahui, ISIS memulai kampanye dan aksi terornya di Irak sejak Juni 2014. Mereka berhasil menduduki beberapa kawasan Irak, namun belakangan banyak kawasan yang berhasil dibebaskan oleh tentara dan relawan Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL