Sanaa, LiputanIslam.com – Tiga hari lalu pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi memastikan bahwa kota dan pelabuhan strategis Hudaydah akan segera jatuh ke tangan mereka, namun belakangan ini mereka berganti nada kendur dalam membuat pernyataan tentang perkembangan situasi pertempuran mereka dengan pasukan Ansarullah (Houthi) yang menguasai kota itu.

Laman Motabaat yang berbasis di Yaman, Kamis (31/5/2018), menyebutkan bahwa saat itu pasukan Hadi memastikan Hudaydah akan jatuh ke tangan mereka dalam hitungan jam. Namun, setelah kurang dari dua hari, tepatnya 72 jam, dari pernyaatan it kubu Hadi yang mengaku sudah mendekati Hudaydah sejarak 20 kilometer tiba-tiba memperlihatkan nada yang kendur dan kontras dengan pernyataan sebelumnya.

Menurut Motabaat Rabu lalu sejumlah analis politik dan militer yang terafiliasi dengan kubu Hadi  melalui media kubu Saudi Al-Hadath dan Alarabiya mengatakan bahwa perang Hudaydah kemungkinan terhenti karena pasukan Hadi terhalang oleh banyaknya ranjau yang ditanam oleh pasukan Houthi untuk menghadang gerak maju pasukan Hadi, sehingga diperlukan alat penyapu ranjau serta rencana dan fasilitas besar untuk kelanjutan gerak maju.

Sumber  militer Yaman mengatakan bahwa pertempuran di kawasan pesisir barat Yaman itu terhenti, sementara kubu Houthi mengirim pasukan tambahan di Hudaydah sehingga kekuatannya meningkat. Selain itu, Houthi juga membuat peta militer baru sehingga konsentrasi pertempuran menjadi terpecah ke berbagai kawasan.

Menurut sumber ini, gembor-gembor kemenangan kubu Hadi dalam pertempuran di kawasan itu belakangan ini merupakan propaganda yang tidak mencerminkan fakta di lapangan. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*