القوات العراقية تعثرعلى أجهزة تجسس إسرائيلية بحوزة الارهابيينBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan teroris takfiri transnasional ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) terus menjadi sasaran amuk operasi militer besar-besaran pasukan pemerintah yang didukung relawan Syiah dan Sunni Irak serta kelompok-kelompok adat setempat. Dalam perkembangan terbaru operasi pembebasan Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, kota al-Dour dinyatakan bebas sepenuhnya dari cengkraman ISIS, dan di bandara kota ini ditemukan perangkat mata-mata ISIS yang diketahui berasal dari Israel.

Pasukan keamanan yang didukung relawan al-Hasyad al-Syakbi dan pasukan kelompok adat berhasil membebaskan kota kecil yang terletak di tenggara Tikrit tersebut.

Situs berita al-Masalah Jumat malam (6/3/2015) mengutip keterangan seorang petinggi Brigade Hizbullah Irak bahwa pasukan keamanan dan relawan semula menguasai jembatan Abu Shawarib dan dari situ kemudian masuk ke dalam kota al-Dour tanpa ada perlawanan sama sekali sehingga kota itu bebas sepenuhnya dari tangan ISIS.

“Sekarang pihak teknisi bekerja untuk menyingkirkan ranjau dan bahan peledak yang bertebaran di jalanan dan rumah-rumah yang telah diledakkan,” katanya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun materi dalam proses pembebasan al-Dour karena pasukan teroris takfiri secara mental sudah jatuh sehingga tidak melakukan perlawanan.

Meski demikian, sumber lain yang dikutip IRNA menyatakan terjadi perlawanan hingga jatuh korban. Keterangan narasumber yang dikutip  Alalam juga menyebutkan telah jatuh korban tewas di pihak ISIS sebanyak puluhan orang.

Sebelum kota itu dibebaskan, Karim al-Nouri, juru bicara kepala organisasi relawan Badr, Hadi al-Amiri, kepada IRNA, Jumat (6/3/2015) mengatakan bahwa untuk memasuki dua kota strategis itu semula diputuskan supaya pasukan kelompok-kelompok adat provinsi Salahuddin melakukan serbuan sendiri, tapi kemudian mereka meminta supaya dibarengi oleh tentara dan relawan al-Hasyd al-Sakbi untuk operasi penyisiran anggota ISIS.

Dia menjelaskan bahwa operasi berjalan sesuai rencana, dan kekalahan beruntun yang dialami ISIS telah membuat 250 anggota ISIS kabur ke arah pegunungan Hamrain, provinsi Diyala.

“Serangan berat terhadap ISIS pada Jumat dini hari telah menghasilkan keterbebasan sejumlah desa dan beberapa personil ISIS terbunuh,” ungkapnya.

Di bagian lain, 18 anggota teroris ISIS tewas diterjang serangan udara Irak terhadap konvoi ISIS yang sedang bergerak di kawasan al-Rashad di barat daya Tikrit, dan lima lainnya di kawasan Matibija di bagian utara provinsi Salahuddin.

TV resmi Irak, al-Iraqiya, menyebutkan bahwa pasukan dan relawan Irak berhasil menguasai kawasan al-Qadisiyah di pusat kota Tikrit, dan kini sedang dilakukan operasi pembersihan kawasan itu dari bahan-bahan peledak yang dipasang oleh kawanan bersenjata ISIS.

17 Anggota ISIS Tewas di Tangan Pasukan Peshmerga

Bersamaan dengan kekalahan telak ISIS di provinsi Salahuddin, kelompok ini mencoba menyerang pasukan Kurdi Irak Peshmerga di kawasan Baashiqah di timur kota Mosul, provinsi Ninawa, namun mendapat perlawanan sengit dari Peshmerga hingga jatuh korban tewas sedikitnya 17 anggota ISIS.

Kepala Bidang Media Partai Demokrasi Kurdistan Irak, Saed Mamuzini mengatakan bahwa bersamaan dengan serangan besar-besaran pasukan dan relawan Irak di provinsi Salahuddin, ISIS melancarkan serangan sporadis di beberapa kawasan lain.

Perangkat Spionase Israel Ditemukan

Pasukan relawan Irak yang menamakan dirinya al-Hasyd al-Sakbi mengatakan kepada TV al-Mayadeen bahwa telah ditemukan beberapa perangkat elektronik spionase ISIS buatan Israel di bandara al-Dour, timur kota Tikrit.
Bandara itu semula dikuasai ISIS namun akhirnya berhasil dibebaskan oleh pasukan gabungan Irak. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai temuan sarana militer Israel tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*