Army tanks are deployed during clashes in AdenAden, LiputanIslam.com – Kota Aden yang menjadi basis pendukung dan loyalis presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, di bagian selatan negara ini dilaporkan telah jatuh ke tangan pasukan Ansarullah dan pasukan mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Stasiun TV Alalam yang berbasis di Iran melaporkan bahwa tentara Yaman dan pasukan Komite Rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah telah menguasai Aden, sementara milisi loyalis Mansur Hadi dan kelompok-kelompok takfiri memilih kabur dari kota pelabuhan ini.

Sementara itu, situs berita al-Watan yang bermarkas di Oman memberitakan, menteri luar negeri pelarian Yaman Riyadh Yaseen yang berada di Saudi membenarkan jatuhnya Aden ke tangan Ansarullah dan koalisinya. Menurutnya, Aden jatuh karena senjata-senjata berat tidak sampai ke tangan pasukan pendukung Mansur Hadi.

Namun anehnya, dia meminta penduduk Yaman selatan supaya mempertahankan kawasan pantai distrik Khur Maksar di provinsi Aden, demi mencegah gerak maju pasukan Ansarullah dan pasukan Abdullah Saleh ke Aden.

Al-Watan menyebutkan bahwa meskipun dilaporkan jatuh, beberapa kawasan di Aden masih diwarnai pertempuran sengit yang menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Pertempuran itu terjadi meskipun Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya, termasuk Mesir dan Sudan, sudah 10 hari melancarkan serangan udara ke Yaman.

Barisan Tank Saudi Dekati Perbatasan

Laporan lain menyebutkan pasukan tank Saudi bergerak menuju perbatasan Yaman. Situs berita Yemensaeed memberitakan bahwa para aktivis Saudi dan Yaman telah memosting rekaman video di internet yang memperlihatkan barisan tank Saudi bergerak menuju kawasan perbatasan Jazan. Barisan tank itu diperkirakan untuk memulai serangan darat ke Yaman.

Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada Mansur Hadi dari tangan Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman.

Sejauh ini serangan udara koalisi telah menewaskan puluhan orang yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, serta melukai ratusan orang dan menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan prihatin atas banyaknya warga sipil yang menjadi korban serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL