konflik di aden yamanAden, LiputanIslam.com – Beberapa media Barat dan Arab Kamis (23/7) melaporkan bahwa kota Aden di selatan Yaman dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata Yaman yang didukung oleh Arab Saudi.

Menurut Aljazeera, milisi pro-Arab Saudi telah menguasai pangkalan terakhir milisi yang terafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) di kawasan Maashiq, dan sedikitnya 20 orang terbunuh dalam pertempuran yang terjadi pada Rabu (22/7)untuk memperebutkan kawasan yang menjadi tempat istana kepresidenan Abd Rabbuh Mansur Hadi tersebut.

Associated Press mengutip pernyataan para petinggi militer Yaman bahwa pasukan pro Arab Saudi dan milisi pendukung Mansur Hadi berhasil menguasai sepenuhnya kota Aden, sementara milisi Ansarullah pada Kamis malam telah kehilangan kendalinya atas komplek istana kepresidenan di Aden.

Para petinggi militer Yaman yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terus melancarkan serangan udara di kawasan utara Aden, sementara tentara Yaman berusaha menguasai Aden dengan membuka akses dari wilayah timur dan utara kota pelabuhan ini.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagaimana dilaporkan kantor berita Yaman, Saba, menyatakan prihatin atas mengalirnya banyak senjata dan amunisi dari pasukan koalisi Arab ke Aden.

“Kami prihatin atas masuknya senjata lebih banyak lagi ke Aden, karena sebanyak 21 juta warga Yaman memerlukan bantuan kemanusiaan, bukan perlengkapan militer,” ungkap juru bicara Sekjen PBB Vannina Maestracci.

Beberapa media Arab belum lama ini melaporkan bahwa satu pesawat militer pembawa senjata Arab Saudi telah mendarat di Bandara Aden.
Dia meminta semua faksi Yaman konsisten pada perlindungan terhadap warga sipil sesuai undang-undang internasional dan tidak menempuh jalur militer untuk menyelesaikan krisis Yaman.

“Kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik di Yaman supaya konsisten melindungi warga sipil dan membiarkan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada para korban di negara ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, Saudi dan negara-negara Arab sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu untuk membela pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menumpas milisi Ansarullah yang telah menggerakkan revolusi rakyat terhadap pemerintahan Mansur Hadi hingga dia kabur ke Arab Saudi.

Laporan lain dari Alwaienews menyebutkan puluhan orang di Najran, bagian selatan Saudi, terbunuh dan atau luka-lua digempur beberapa helikopter Saudi. Di pihak lain, pasukan pemberontak Saudi Gerakan Kemerdekaan Najran yang pro-Yaman balik menyerang tentara Saudi di kawasan yang sama hingga menewaskan beberapa tentara Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL