Harasta, LiputanIslam.com –  Kota Harasta di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, akhirnya bersih dari kawanan bersenjata setelah armada bus terakhir yang membawa mereka bergerak keluar meninggalkan kota ini menuju kota Idlib di Suriah utara, Jumat (23/3/2018).

Rombongan terakhir itu keluar sesuai kesepakatan kedua untuk relokasi ribuan militan dari kota-kota di bagian selatan Ghouta Timur menuju provinsi Idlib.

Relokasi dua tahap itu dilakukan terhadap 4,363 orang, termasuk 1,413 kawanan bersenjata yang terdiri terdiri atas para aggota kelompok Ahrar Sham yang sudah terkepung oleh SAA.

Ratusan warga sipil yang semula disandra oleh kawanan teroris di bagian utara Ghouta Timur juga telah keluar melalui jalur yang mengarah ke kamp pengungsi al-Wafifideen di provinsi Damaskus.

Dalam beberapa hari terakhir puluhan ribu warga sipil telah keluar dari berbagai kawasan Ghouta Timur sejak Dewan Keamanan PBB merilis resolusi yang menuntut gencatan senjata dan penyediaan jalur kemanusiaan untuk evakuasi warga sipil dari wilayah yang dilanda perang.

Pasukan Arab Suriah (SAA) kini menguasai penuh kota Harasta, dan dengan demikian maka SAA sudah menguasai 90% wilayah Ghouta Timur.

Lembaga Obervatorium Suriah untuk HAM menyatakan, “Keluarnya gerakan Ahrar Sham ini memungkinkan pasukan pemerintah mengembangkan kekuasaannya, dan kini  menjadi mereka menjadi menguasai lebih dari 90% wilayah (Ghouta Timur).”

Seperti diketahui, SAA menggelar operasi penumpasan kawanan teroris dan pemberontak di Ghouta Timur sejak 18 Februari lalu. Melalui operasi ini SAA secara bertahap dapat memberikan tekanan hebat terhadap kawanan bersenjata setelah berhasil memecah kawasan tersebut menjadi tiga kawasan terpisah hingga akhirnya kawanan bersenjata bersedia bernegosiasi dengan SAA. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*