SAUDI-HAJJ-ISLAMMekkah, LiputanIslam.com – Kepala Lembaga Haji dan Ziarah Iran Said Aohadi menyatakan jumlah korban jemaah haji Iran dalam tragedi Mina bertambah lagi menjadi 226 korban meningga dunia, 27 korban luka, dan 248 orang hilang. Demikian dilaporkan Alalam, Senin (29/9).

Sebelumnya, lembaga itu menggumumkan jumlah korban jemaah haji Iran 169 meninggal dunia, 48 luka, dan 298 hilang.
Iran menempati urutan pertama dalam besaran jumlah korban meninggal dunia. Negara-negara lain yang juga kehilangan warganya dalam tragedi itu ialah Mesir dengan korban meninggal 55 orang, Nigeria 54 orang, India 45 orang, Niger, 22 orang,

Kamerun 20 orang, Pakistan 18 orang, Maroko 3 orang, Pantai Gading 14 orangm Chad 11 orang, Somalia 8 orang, Aljazair 8 orang, dan Libya 4 orang. Tunisa, Burkina Faso, Burundi, Benin dan Belanda sama-sama kehilangan jiwa satu warganya. Sedangkan korban warga dan jemaah haji Indonesia juga dilaporkan bertambah menjadi 41 orang setelah sebelumnya diumumkan 34 orang.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya pada sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, menyatakan bahwa bangsa Iran sedang dirundung duka yang teramat mendalam akibat banyaknya korban jiwa yang jatuh dalam tragedi berdesakan di lokasi Jamarat, Mina, Mekkah, Arab Saudi.

Dia juga menyatakan bahwa tragedi Kamis kelabu (24/9) itu terjadi karena buruknya manajemen Saudi dalam pengelolaan jamaah haji.

“Apa yang menimpa jemaah haji di Mina menimbulkan kerugian besar yang tak tergantikan dengan harta. Kami meminta Saudi menunaikan tanggungjawabnya dalam pemulangan jenazah para korban asal Iran dan pencari korban hilang tragedi Mina,” ungkapnya.

Kebohongan Media Saudi Terkait Iran

Alalam memuat tujuh foto yang menunjukkan kebohongan publik media Saudi yang melaporkan bahwa mantan duta besar Iran untuk Lebanon Mohammad Ghazanfar Rokn Abadi masuk ke Saudi secara ilegal. Foto-foto itu adalah gambar dokumen-dokumen visa yang didapat Rokn Abadi dari otoritas Saudi untuk kepergiannya ke Saudi dalam rangka menunaikan ibadah haji.

Menurut Alalam, kebohongan publik itu dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah Saudi untuk mengabaikan tanggungjawabnya terkait tragedi Mina setelah Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatollah Ali Khamenei menuntut pemerintah Saudi meminta maaf kepada umat Islam atas insiden berdarah di Mina.

TV Alarabiya sebelumnya memberitakan bahwa Rokn Abadi masuk ke Saudi secara ilegal. Namun Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya Marziyeh Afkham menegaskan bahwa Rokn Abadi datang ke Saudi dengan nama asli dan dengan visa non-diplomat untuk menunaikan ibadah haji, dan karena itu visa serta pernyataan-pernyataan Rokn Abad semua terdata pada otoritas Saudi dan telah diteken dan distempel oleh otoritas Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL