SAUDI-HAJJ-ISLAMMekkah, LiputanIslam.com – Korban jamaah haji akibat berdesakan dalam manasik lempar jumlah di Mina, Mekkah, Arab Saudi, Kamis pagi (24/9) dilaporkan terus meningkat. Bersamaan dengan ini tudingan bahwa pemerintah Saudi tak becus mengelola jemaah haji meluncur dari Iran dan Rusia.

Hingga berita ini disusun, korban meninggal dunia mencapai 717 orang, sedangkan korban luka sekitar 863 orang, namun para pejabat non-Saudi menyebutkan jumlah korban meninggal sekitar 800 orang, sementara korban luka sekitar 1000 orang.

Regu penyelamat dan tim medis mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya akibat padatnya jemaah. Sebanyak 400 petugas dikerahkan ke lokasi kejadian dan kawasan sekitarnya. Belum diumumkan identitas para korban sehingga belum diketahui apakah ada dan berapa korban jemaah asal Indonesia. Namun diketahui bahwa sebagian besar korban adalah para lansia.

Sumber-sumber Saudi menyatakan bahwa kecuali jalan nomor 204, semua pintu masuk menuju jembatan jumrah yang menjadi lokasi kejadian berada dalam kondisi normal dan berada bawah kendali penuh petugas.

Suhu udara saat kejadian mencapai 50-52 derajat Celcius. Menurur Repller, 12 jemaah asal Indonesia sebelumnya diberitakan meninggal karena serangan hawa panas.

Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay menyatakan peristiwa naas itu terjadi pada pukul 7 pagi ketika jemaah menunaikan manasik lempar jumrah pada pagi hari demi menghindari hawa terik di siang hari.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menceritakan bahwa jemaah semula menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina.

“Karena ada sekelompok jemaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan,” katanya.

Iran Salahkan Saudi

Pemerintah Iran yang kehilangan minimal 89 jiwa jemaahnya menyatakan Saudi bertanggungjawab atas tragedi ini. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika Amir Abdolahian menyatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan secepatnya.

“Pemerintah Saudi bertanggungjawab atas tragedi, dan harus segera menempuh tindakan yang efektif untuk mengelola krisis yang ada dan menjamin sepenuhnya keamanan para jemaah… Mismanajemen para pejabat Saudi terkait dalam penjaminan keamanan jemaah haji tak dapat diabaikan, ” katanya, seperti dikutip IRNA.

Saudi Dinilai Lebih Sibuk Bantai Orang Yaman

Ketua Federasi Imigran Rusia Muhammad Amin Majumder menuding Saudi tak becus mengurus jemaah haji dan malah terus menerus menjalin komunikasi dengan Israel serta membunuhi rakyat Yaman.

“Tragedi yang menewaskan lebih dari 800 jemaah dan melukai ratusan lainnya di hari raya umat Islam menunjukkan bahwa Saudi harus menyudahi ketidak acuhannya terhadap tugas-tugasnya di depan Dunia Islam dan nasib umat Islam,” katanya.

Dia jugamenyebutkan tragedi mematikan yang terjadi sebelumnya berupa robohnya derek raksasa yang menewaskan 100-an orang.

“Semua ini menunjukkan bahwa Saudi tak becus mengelola jemaah, tapi di saat yang sama negara ini siang malam mengurusi pemboman Yaman dan penumpahan darah rakyat Yaman. Pemboman Yaman dan ketidak pedulian Riyadh terhadap kondisi orang-orang Palestina terus berlanjut manakala Saudi menjalin hubungan tertutup maupun terbuka dengan Israel, padahal Israel adalah ancaman terbesar bagi Dunia Islam,” lanjutnya.

Dia menyarankan supaya para pemimpin negara-negara Islam turun tangan dan memanfaatkan Organisasi Kerjasama Islam (OIC/OKI) untuk menangani pengelolaan jemaah haji.

Pemerintah Saudi Salahkan Jemaah

Pemerintah Saudi tampak tidak ingin disalah. Meskipun bukan dalam rangka menepis tuduhan yang ada, Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khalid al-Falih, menyatakan tragedi berdarah itu disebabkan oleh ketidak tertiban para jemaah haji sendiri.

“Ada kemungkinan tragedi ini disebab oleh pergerakan sebagian jemaah yang tidak mengikuti panduan dan instruksi yang telah dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang,” katanya, sebagai dilansir New York Times.

Pemerintah Saudi juga menyatakan bahwa hasil temuan sementara menunjukkan adanya bentrokan antarjemaah akibat saling berdesakan ketika bergerak menuju lokasi lempar jumrah Aqabah.

“Jumlah jemaah yang akan melempar jumroh Aqabah sangat tinggi dan saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina,” ungkap Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun facebook resminya.

Disebutkan bahwa jumlah jemaah saat itu mencapai ratusan ribu. Mereka berdesakan, saling dorong lalu bentrok hingga jatuh banyak korban.

Sebelumnya, kota suci Mekkah dilanda beberapa insiden buruk. Insiden pertama terjadi 11 September berupa ambruknya crane atau derek raksasa hingga menimpa bagian bangunan Masjidil Haram dan menjatuhkan korban meninggal sebanyak 107 orang dan korban luka 238 orang.

Insiden kedua terjadi Kamis pekan lalu berupa kebakaran di sebuah hotel yang menyebabkan sebanyak lebih dari 1000 jemaah terpaksa diungsikan untuk sementara waktu.

Insiden ketiga adalah kebakaran di lantai 11 sebuah hotel yang juga menampung jemaah haji. Kebakaran ini membuat 1500 jemaah terpaksa keluar dari hotel, dan sebanyak empat jamaah asal Yaman menderita luka.

Tragedi demi tragedi datang bertubi-tubi ketika Saudi sedang memimpin atraksi pembantaian dan pembumi hangusan di Yaman. Karena itu sebagian orang menduga konsentrasi pemerintah Saudi saat ini terpecah sehingga tidak maksimal dalam pengelolaan jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL