ظريف للعالم: نطالب بوقف فوري للعمليات السعودية باليمنSanaa, LiputanIslam.com – Pejabat Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan serangan udara Arab Saudi secara membabi buta ke Yaman yang terjadi sejak Kamis dini hari (26/3/2015) telah menewaskan 35 orang dan melukai 59 lainnya.

Sebagaimana di laporkan al-Mayadeen, pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan tim SAR telah mengevakuasi para korban itu dari bawah reruntuhan, dan bisa jadi jumlah korban akan terus bertambah. Diketahui pula 16 korban di antaranya adalah anggota satu keluarga.

Serangan Saudi ke Yaman yang menjatuhkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, itu mengundang kutukan dari rakyat Yaman di berbagai wilayah, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman. Ribuan warga turun ke jalan-jalan dan menggelar untuk rasa untuk menandai kutukan mereka terhadap agresi militer Saudi yang didukung negara-negara sekutunya.

Di Sanaa, ribuan massa berkonsentrasi di kawasan Bab al-Yaman Kamis pagi memenuhi seruan Komisi Tinggi Revolusi. Di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya serangan susulan Saudi atau negara-negara sekutunya terhadap kerumunan penduduk sedemikian banyak, mereka memekikkan amarah mereka terhadap agresi militer asing..

Menurut laporan Alalam, dalam unjuk rasa yang ditayangkan secara langsung oleh TV Yaman itu untuk pertama kalinya warga Sanaa menggelar unjuk rasa sambil membawa senjata untuk menunjukkan kesiapan mereka melawan serangan Arab Saudi.

Khalid al-Midani, anggota Komisi Tinggi Revolusi Yaman dalam orasinya di hadapan lautan massa bersumpah akan membalas serangan Saudi.

“Pihak-pihak yang menyerang kami harus mengetahui bahwa kita akan memberi mereka balasan yang setimpal.. Dunia akan segera menyadari bahwa kesalahan terbesar para pangeran dan petinggi Arab Saudi adalah keputusan mereka untuk menyerang Yaman,” tegasnya.
Pada aksi akbar itu berbagai elemen Yaman turut menyerukan jihad melawan para agresor. Mereka menyerukan supaya rakyat bangkit melawan para agresor.

Gerakan Ansarullah menegaskan kepada seluruh rakyat Yaman yang berkemampuan supaya bangkit mengangkat senjata melawan para agresor.

Menurut Alalam, seruan jihad melawan Saudi dan sekutunya membuat banyak penduduk di kota Sa’dah keluar ke jalan-jalan sambil membawa berbagai jenis senjata.

Seorang warga mengatakan kepada Alalam, ‘Kami tegaskan kepada pasukan Saudi dan negara-negara lain yang terlibat dalam serangan ke Yaman bahwa jika mereka lupa siapa bangsa Yaman maka silakan mereka datang kemari menjajal keberuntungan mereka… Yaman sudah berubah, revolusi sudah berubah, para pemimpin serta politisinya juga sudah berubah dan tidak pernah kembali lagi seperti dahulu. Rakyat sudah mengerti duduk perkaranya, mereka sudah cerdas dan kali ini mereka tidak bersedia tawar menawar masalah ini…. mereka mengangkat senjata demi terangkat wajah bangsa Yaman.”

Satu warga lainnya berseru, “Kami katakan kepada Saudi bahwa jika kalian pernah dikalahkan oleh Ansarullah dalam perang ke-6 maka rakyat Yaman lebih berkemampuan untuk mengalahkan kalian. Kami tegaskan pula kepada Saudi bahwa kalianlah yang memulai perang, namun kalian tidak akan pernah tahu batas akhirnya. ..Kami tegaskan pula kepada Saudi bahwa hitungan mundur sudah berjalan.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*