karachi teror attackIslamabad, LiputanIslam.com – Otoritas militer Pakistan mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di pihak militan bersenjata akibat serangan udara tentara Pakistan Ahad (15/6/2014) di Waziristan Utara dekat perbatasan Afghanistan bertambah dari 100 menjadi menjadi 105 orang. Serangan ini dilancarkan seminggu setelah terjadi serangan teror yang menewaskan 38 orang di bandara Karachi, Pakistan.

Dalam press rilis yang dilansir Ahad sore waktu setempat, Bidang Humas Angkatan Bersenjata Pakistan (ISPR) menyatakan, “Milisi yang terafiliasi dengan berbagai kelompok terlarang, termasuk Taliban dan para teroris asing yang sebagian besar bersuku Usbek telah tewas akibat serangan udara tentara Pakistan di berbagai wilayah adat Waziristan Utara.”

Disebutkan pula bahwa dalam operasi serangan udara itu tentara Paksitan telah mengidentifikasi delapan lokasi dan tempat persembunyian milisi, dan banyak teroris asing di Waziristan Utara tewas terkena serangan udara.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, Mayjen Asim Salim Bajwa, mengatakan, “Sesuai rekomendasi pemerintah Islamabad, operasi militer multidemensional dan determinan dengan sandi ‘Serangan Amarah’ terhadap teroris telah dimulai di kawasan adat Waziristan Utara, dan proses ini akan terus berlanjut hingga semua milisi dan posisi mereka hancur sepenuhnya.”

Dia menambahkan, “Kelompok-kelompok teroris, termasuk milisi asing, telah menjadikan Waziristan Utara sebagai benteng pertahanan kokoh mereka, dan dari kawasan inilah mereka melancarkan aksi teror di berbagai kota dan daerah Pakistan.”

Dia menegaskan sekarang bahwa sekarang sudah habis waktunya untuk perundingan damai dengan milisi, karena itu angkatan bersenjata Pakistan mulai melancarkan operasi besar-besaran terhadap para teroris di berbagai wilayah adat.

Menurutnya, Islamabad juga telah meminta para petinggi militer Afghanistan supaya ikut menggempur posisi-posisi Taliban di Afghanistan serta menutup semua pintu perbatasan demi mencegah kaburnya milisi teroris dari Pakistan ke Afghanistan.

Berbagai sumber pemberitaan melaporkan bahwa para petinggi militer dan intelijen Pakistan terus melakukan kontak langsung dengan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif untuk memberitahukan secara kontinyu berbagai perkembangan terbaru yang terjadi dalam operasi militer di Waziristan Utara.

Senin (16/6/2014) Sharif dijadwalkan hadir dalam rapat terbuka Majelis Senat dan Nasional Pakistan untuk mendapatkan izin menyangkut operasi militer di Waziristan Utara. Operasi ini sebelumnya juga terlihat mendapat sambutan antusias dari berbagai partai politik, termasuk kubu oposisi, serta media dan publik.

Bersamaan dengan dimulainya operasi penumpasan milisi, berbagai kota di Pakistan termasuk Islamabad, Peshawar, Rawalpindi, Karachi, Lahore dan Quetta dijaga ektra ketat.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyatakan, untuk mengantisipasi kemungkin buruk atau serangan balasan dari teroris, telah dikerahkan satuan-satuan pasukan khusus tambahan untuk menjaga lokasi-lokasi vital.

Pakistan juga telah mengirim pasukan infantri, artileri dan helikopter tempur ke Waziristan Utara pada Ahad (16/6/2014).

Berbagai media Pakistan menyatakan serangan terhadap Bandara Karachi telah memusnahkan kesempatan yang tersisa untuk memajukan perundingan damai antara Islamabad dan Taliban. Serangan itu membuat pemerintah dan militer Pakistan memutuskan untuk mengakhiri perundingan dengan Taliban dan memulai operasi militer secara masif untuk menumpas milisi. (mm/irna/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL