korban serangan saudi ke yamanNewYork, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sejak pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan pada 26 Maret lalu sampai sekarang telah jatuh korban tewas dan luka sebanyak lebih dari 23,000 orang, sementara lembaga Pengawas HAM (Human Rights Watch/HRW) menyatakan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi berpotensi melakukan kejahatan perang dalam peristiwa serangannya ke kota pelabuhan Mokha yang membuat jumlah korban tewas perang Yaman menjadi lebih dari 4000 orang.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Selasa (28/7), juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bernaung di bawah PBB menyatakan sebanyak 3,984 orang terbunuh dan 19,347 orang terluka dalam konflik Yaman sejak 19 Maret hingga 19 Juli.

Angka itu didapat dari data yang ada pada pusat-pusat pengobatan dan kesehatan Yaman, sedangkan jumlah korban yang sebenarnya diperkirakan lebih besar lagi.

Mengenai korban tewas anak kecil, lembaga Dana Anak-Anak PBB menyatakan sebanyak 365 anak kecil terbunuh dan 348 terluka di Yaman sepanjang empat bulan terakhir.

Lembaga HRW menyatakan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi berpotensi melakukan kejahatan perang dalam peristiwa serangannya terhadap dua tempat permukiman di Yaman hingga menewaskan 65 orang, 10 di antaranya anak kecil.
Reuters melaporkan serangan itu terjadi pada Jumat malam lalu (24/7) dan menimpa dua apartemen di kawasan Mokha di bagian barat Yaman.

Ole Solvang, peneliti senior HRW mengatakan, “Sekali lagi kita menyaksikan terbunuhnya banyak warga sipil dalam serangan udara koalisi Arab, namun tidak terlihat tanda penyelidikan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran tersebut…Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya bertanggungjawab dalam masalah ini jika pihak HRW tidak dapat melakukan penyelidikan dalam masalah ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Serangan koalisi Arab di kawasan ini telah menjatuhkan puluhan korban tewas di pihak sipil. Tindakan ini dapat dicatat sebagai kejahatan perang karena tidak ada tanda apapun bahwa di sana terdapat sasaran-sasaran militer. “

Sementara itu, sumber-sumber informasi di Yaman, sebagaimana dilansir Alalam, menyatakan bahwa di hari ke 124 serangan udara Saudi cs ke Yaman satu relawan kesehatan terbunuh dalam peristiwa dua serangan Saudi terhadap satu-satunya tempat layanan kesehatan di kawasan Rafaa, provinsi Hajjah. Di provinsi yang sama, Saudi juga melancarkan enam kali serangan di distrik al-Hawtah.

Gencatan senjata untuk jangka waktu lima hari demi penyaluran bantuan kemanusiaan sudah diumumkan belum lama ini namun jet-jet tempur Saudi tetap melanjutkan serangan udaranya.

Dalam peristiwa terbaru jet tempur Saudi telah menyerang pusat media Yaman di provinsi Saadah. Akibatnya, beberapa wartawan terbunuh dan beberapa lainnya luka-luka.

Di pihak lain, tentara Yaman dan kelompok-kelompok pasukan rakyat menyerang beberapa posisi militer Saudi di Jizan, mengakibatkan satu unit tank dan beberapa peralatan tempur Saudi hancur. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL