Turki-Coal-Mine-ExplosionSoma, LiputanIslam.com – Korban bencana ledakan di lokasi penambangan batubara yang terjadi Selasa lalu di kota Soma, Provinsi Manisa, Turki, hingga Rabu sore waktu setempat (14/5/2014) bertambah lagi menjadi 245 orang, dan sejauh ini sudah 450 orang berhasil dievakuasi dari dalam terowongan bawah tanah.

Menteri Energi Turki Taner Yildiz menyatakan upaya evakuasi korban terhambat oleh kebakaran yang sulit dipadamkan serta adanya gas karbon monoksida.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan usai meninjau lokasi peristiwa mengatakan kepada wartawan bahwa investigasi “hingga detail yang terkecil” akan segera dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya salah satu bencana industri yang terburuk di Turki tersebut.

Saat ditanya wartawan mengenai jumlah pekerja yang masih terjebak dalam terowongan di wilayah barat Turki itu dia mengatakan, “Kami tidak dapat memastikan 100 persen, namun di sana masih ada sekitar 120 pekerja.”

Selain sudah menjatuhkan 245 korban tewas, tragedi ini juga menyebabkan lebih dari 80 orang menderita luka, empat diantaranya berada dalam kondisi kritis. Pihak yang berwenang di Turki menyebutkan bahwa di lokasi penambangan itu terdapat 787 pekerja ketika terjadi ledakan yang menyebabkan kebakaran hebat pada Selasa sore lalu.

Sementara itu, berbagai media Turki melaporkan bahwa parlemen Turki tiga minggu lalu menolak pembentukan komisi penelitian kondisi keselamatan kerja pertambangan di negara ini. Tiga partai oposisi sudah mengajukan beberapa usulan dalam rangka ini namun semuanya ditolak oleh Partai Keadialan dan Pembangunan yang dominan di dalam parlemen.

Erdogan berjanji melakukan penyelidikan secara tuntas dan menyeluruh untuk peristiwa ini, namun di saat yang sama dia menolak tanggungjawab pemerintahannya atas tragedi mematikan ini. “Kecelakaan kerja terjadi di manapun di dunia,” kilah Erdogan.

Erdogan mendapat kecaman luas dari publik Turki. Dia mendapatkan teriakan caci maki dari penduduk Soma saat keluar dari sebuah bangunan di kota tersebut. Massa menuntutnya supaya meletakkan jabatan. Tragedi Soma bahkan membangkitkan sejumlah aksi unjuk rasa besar-besaran anti pemerintah di beberapa kota besar, termasuk Istanbul dan Ankara, pada hari Rabu.

Di Ankara unjuk rasa ribuan massa berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan polisi anti hura-hara. Massa yang meneriakkan yel-yel anti pemerintah di jantung kota Istanbul direaksi petugas dengan semburan water cannon serta tembakan gas air mata dan peluru karet.

Kecelakaan kerja pada industri penambangan Turki sudah cukup sering terjadi akibat buruknya sistem keamanan kerja. Sebelumnya, bencana serupa terjadi di lokasi penambangan dekat Pelabuhan Zonguldak di Laut Hitam pada tahun 1992, menewaskan sebanyak 270 pekerja. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL