Moskow, LiputanIslam.com –  Harian Rusia Nezavisimaya Gazeta, Minggu (16/7/2017) memuat artikel yang menyebutkan bahwa merebaknya ketegangan hubungan Qatar dengan negara-negara jirannya telah mengandaskan agenda Amerika Serikat (AS) untuk membangun aliansi luas anti Iran.

Artikel karya jurnalis dan pakar internasional  Rafael Mustafin itu menyebutkan, “Masalah utamanya ialah kekandasan maksud  AS mendirikan aliansi militer-politik anti Iran… Krisis Qatar juga menyulitkan posisi tentara AS yang ditempatkan di Qatar.”

Dia menambahkan, “Upaya diplomatik Kuwait untuk menengahi dan menyelesaikan krisis Arab mengenai Qatar tidak memadai, dan Qatar enggan menerima permintaaan Arab Saudi dan negara-negara Arab sekutunya… Perselisihan mengenai persoalan ini berkepanjangan, dan dewasa ini Washington berusaha mencari jalan keluar dari kebuntuan ini.”

Menurut Mustafin, aktifnya diplomasi AS di Teluk Persia di tahap awal yang terjadi dewasa ini erat kaitannya dengan realitas di mana sanksi-sanksi terhadap Qatar gagal membuahkan hasil seperti yang diinginkan.

“Sanksi terhadap Qatar bukannya mengalihkan negara ini dari perluasan hubungan dengan Iran tapi justru mendorong Doha menggalang kerjasama lebih besar dengan Teheran,” tulisnya.

Dia menambahkan bahwa Iran yang sudah menjulurkan tangannya kepada Qatar dapat memenuhi stok kebutuhan pokok Qatar serta membuka zona udara dan lautnya untuk memecah blokade terhadap Qatar, sementara Turki juga mengerahkan ribuan pasukannya untuk menghadang rencana serangan kubu Saudi terhadap Qatar.

Di bagian akhir, Mustafin menilai kondisi ini menjadi simalakama bagi Arab Saudi karena akan kehilangan muka jika harus menarik tuntutannya kepada Qatar, dan pada gilirannya semua upaya mediasi, termasuk oleh AS, akan cenderung gagal. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL