terowongan-isis-di-irakBaghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak 25 keluarga kombatan ISIS telah kabur dari Mosul, Irak utara, dan tiba di kota Markadah bagian selatan provinsi Hassakah, Suriah, dengan pengawalan pasukan teroris ISIS. Mereka tiba di sana bahkan beberapa jam sebelum pasukan Irak memulai operasi pembebasan Mosul.

Menurut laporan al-Youm7, ISIS telah menggali jalur terowongan besar yang cukup untuk dilewati motor. Jalur itu menghubungkan kawasan sekitar kota Hamdaniyah di tenggara Mosul menuju titik-titik kawasan yang dekat dengan perbatasan Irak-Suriah.

Surat kabar Sun terbitan Inggris menyebutkan bahwa sarana yang dipakai oleh pasukan Irak untuk bergerak dalam pertempuran justru memungkin adanya jalur-jalur aman bagi ISIS untuk kabur ke Suriah. Surat kabar ini mengutip pernyataan seorang perwira pasukan khusus Irak berpangkat mayor yang sebelumnya juga telah dilansir oleh Washington Post; “Kami akan berusaha memberi mereka (ISIS) kesempatan untuk kabur ke Suriah.”

Menurut Sun, pasukan Irak bergerak maju dari selatan, timur, dan utara Mosul, sedangkan sisi Barat terbuka dan sama sekali tidak ada ancaman bagi ISIS untuk kabur ke Suriah.

Namun, Sun juga mengutip pernyataan juru bicara Kemhan Irak dan komando operasi gabungan, Yahya Rasul, soal ini.

“Meskipun sisi Barat dibiarkan terbuka, tapi bukan berarti ini menjadi jalur yang aman bagi kaburnya ISIS. Jika ini mereka lakukan, maka kawasan ini akan berubah menjadi ajang pertempuran di mana mereka akan disasarkan oleh jet-jet tempur kami,” katanya.

Para saksi mata mengatakan ada enam bus telah mengangkut para anggota ISIS, termasuk perempuan dan anak kecil, dari Mosul menuju perbatasan Suriah, dan mereka tidak termasuk orang-orang yang sebelumnya sudah kabur sebelum operasi pembebasan Mosul dimulai.

Mengutip sumber-sumber Irak, RT melaporkan bahwa ISIS telah memerintahkan kepada para kombatannya yang luka supaya kabur ke Raqqah, Suriah.

Sekjen gerakan Kristen Brigade Babilonia yang bernaung di bawah relawan besar  Irak al-Hashd al-Shaabi Selasa kemarin (18/10/2016) mengaku heran mengapa para anggota ISIS yang kabur ke Suriah tidak mendapat serangan dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

“ISIS sedang guncang di Mosul, sementara pasukan keamanan mendapat banyak informasi dari penduduk kota ini mengenai tempat-tempat keberadaan kawanan bersenjata, dan adanya kemudahan dari pasukan koalisi untuk kaburnya para anggota ISIS,” katanya.

Di Moskow, Menlu Rusia Sergey Lavrov Selasa kemarin juga berbicara mengenai kaburnya ISIS dari Mosul ke Suriah.

“Sepengetahuan saya, kota ini tidak sepenuhnya dikepung. Saya berharap itu karena mereka tidak bisa melakukannya, bukan karena mereka tidak akan melakukannya. Tapi koridor ini menimbulkan risiko para petempur Negara Islam (ISIS) bisa lari dari Mosul dan pergi ke Suriah,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, “Kami akan mengevaluasi situasi dan mengambil keputusan yang bersifat politik dan militer sekaligus jika hal ini terjadi. Saya berharap koalisi pimpinan AS yang terlibat aktif dalam operasi pembebasan Mosul akan memperhitungkannya.” (mm/alyoum7/sun/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL