Washington, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis, Selasa (3/10/2017), menyatakan bahwa perjanjian nuklir Iran bermanfaat bagi AS. Pernyataan ini kembali menunjukkan sikapnya yang berseberangan dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menyebut perjanjian Iran dengan enam negara terkemuka dunia ini “aib” bagi AS.

“Ya, saya meyakini demikian,” katanya saat menjawab pertanyaan seorang anggota Majelis Senat AS apakah dia meyakini “interes nasional AS sekarang menuntut bertahannya perjanjian nuklir dengan Iran.”

Sebelumnya ketika menjawab pertanyaan serupa Mattis memberikan pernyataan yang berbelit.

“Jika kita dapat memastikan bahwa Iran menghormati perjanjian, dan jika dapat menyimpulkan bahwa ini bermanfaat bagi kita maka tentu kita harus mempertahankannya. Saya dewasa ini berkeyakinan tidak ada pertanda apapun yang menyalahi hal (kebermanfaatan bagi AS) itu. Ini merupakan sesuatu di mana Presiden patut mempertimbangkan upaya menjaganya,” ungkapnya saat itu.

UU AS mengharuskan presiden menyampaikan laporan setiap 90 hari kepada Kongres apakah Iran mematuhi perjanjian tersebut dan apakah pencabutan sanksi terhadap Iran menjamin kepentingan nasional AS.

Sejauh ini Trump masih mengakui perjanjian nuklir Iran, tapi keputusan finalnya tentang ini akan diambil pada 15 Oktober mendatang.

Perjanjian ini telah diteken oleh Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan Cina) plus Jerman pada tahun 2015 untuk menjamin status damai program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi Barat terhadap negara republik Islam ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL