Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Lebanon Michel Aoun dalam kontak telefon dengan sejawat Iran-nya, Hassan Rouhani, Selasa (7/11/2017), menyebut situasi di Lebanon “sulit”, namun tetap aman, stabil, terkendali. Dia juga menyatakan bahwa bangsa Labenon cerdas dalam berinteraksi dengan perkembangan pasca pengunduran diri Saad Hariri dari jabatan perdana menteri Lebanon.

Tanpa menyebutkan nama, Aoun menambahkan bahwa di negaranya terdapat “suara-suara sangat rendah” yang bertujuan membangkitkan fitnah dan kekacauan di Lebanon.

Di pihak lain, Rouhani menyatakan bahwa rakyat  Lebanon tidak mungkin membiarkan negaranya menjadi ajang konflik antarkekuatan asing, dan Teheran akan selalu bersama rakyat Lebanon dan akan terus membantu penegakan stabilitas dan keamanan Lebanon.

Presiden Iran menyebut perkembangan terbaru di Lebanon “fitnah baru”, namun dia optimis Lebanon dapat melaluinya dengan aman dan negara ini tidak akan membiarkan para teroris berulah lagi di sana.

Kontak telefon ini dilakukan beberapa hari setelah Hariri dari Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri Lebanon. Para pengamat menilai tindakan Hariri ini sebagai pesan Saudi kepada Iran dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah, yang menjadi salah satu komponen pemerintahan Lebanon.

Mundur Hariri praktis menimbulkan keresahan di Lebanon. Presiden Aoun belum mengambil keputusan apapun sampai Hariri pulang ke Beirut dan mendengarkan langsung darinya mengenai alasan dia meletakkan jabatan. Sikap Aoun ini didukung oleh ketua parlemen Nabih Berri. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL