Hudaydah, LiputanIslam.com – Kontak senjata sporadis dilaporkan terjadi di kota barat Yaman, Hudaydah, hanya beberapa jam setelah pemberlakuan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi PBB antara kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) dan pasukan loyalis pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Warga Hudaydah mengatakan bahwa pertempuran terjadi pada hari Selasa (18/12/2018) sejak pukul 12:00 GMT, dan suara tembakan sporadis terdengar di beberapa kawasan.

“Situasinya tenang, tetapi penting untuk diingat bahwa bahkan pada hari biasa Anda dapat mendengar suara tembakan,” kata Salem Jaffer Baobaid, wakil direktur Islamic Relief di Hudaydah.

Setelah seminggu berunding  di kota, Rimbo, Swedia, antara delegasi Ansarullah dan delegasi Mansour Hadi yang didukung alinasi Arab Saudi-Uni Emirat Arab, Mansour Hadi setuju menarik mundur pasukannya dari Hudaydah serta mengizinkan pengerahan pasukan netral yang diawasi PBB dan pengadaann koridor kemanusiaan.

Baobaid mengatakan bahwa penduduk setempat berharap gencatan senjata terus berlangsung.

“Situasi kemanusiaan luar biasa buruk. Sebagian besar orang tidak tahu di mana mereka akan mendapatkan makanan berikutnya dan jumlah orang yang kekurangan gizi sangat tinggi,” katanya.

Dia menambahkan, “Perempuan tidak bisa menghasilkan susu untuk anak-anak mereka. Orang-orang sekarat setiap hari. Situasi kemanusiaan sangat buruk dan penduduk di sini membutuhkan bantuan mendesak.”

Wartawan al-Alam melaporkan bahwa kubu Mansour Hadi melanggar gencatan senjata dengan melepaskan tembakan ke desa al-Zaafaran di kawasan kilometer 16, Hudaydah, dan Ansarullah telah menggagalkan upaya pasukan Mansour Hadi merayap ke bagian barat daya His di pesisir barat Yaman.  (mm/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*