sidon lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Kontak senjata kembali terjadi di kamp pengungsi Palestina Ain al-Halwah di bagian selatan Lebanon, mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas dan enam lainnya luka-luka, satu di antaranya parah.

Seorang pejabat Palestina kepada AFP Rabu (29/7) mengatakan bahwa salah satu di antara dua korban itu adalah anggota Fatah.

Kamp pengungsi Ain al-Halwah berada di bawah administrasi kota Sidon yang terletak di pesisir di bagian selatan Lebanon. Dihuni oleh sekitar 80,000 pengungsi Palestina, kamp ini tercatat sebagai kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon. Sebagian besar pengungsi berasal dari desa-desa sekitar kota al-Khalil (Hebron) di bagian utara Palestina yang mengungsi ke Lebanon pada tahun 1948.

Pejabat Palestina yang tak disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa kontak senjata itu terjadi antara kelompok Jund al-Sham dan kawanan bersenjata yang kemudian berubah menjadi konfrontasi antara Jund al-Sham dan Fatah.
Kontak senjata ini terjadi hanya selang tiga hari setelah terbunuhnya Jalal al-Urduni, salah satu tokoh Fatah, di tangan kawanan bersenjata tak dikenal.

Berdasarkan kesepakatan antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan pemerintah Lebanon, aparat keamanan Lebanon tidak diperkenankan masuk ke kamp-kamp pengungsi Palestina karena kelompok-kelompok Palestina sendiri dilimpahi kewenangan menjaga keamanan di kamp-kamp pengungsi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL