Kairo, LiputanIslam.com –  Kemendagri Mesir menyatakan sebanyak 30 petugas keamanan dan “beberapa teroris” terbunuh dalam kontak senjata antara kedua pihak di bagian barat negara ini, Jumat (20/10/2017).

“Telah masuk informasi dari badan keamanan nasional bahwa sebagian teroris menjadikan kawasan sekitar kilometer 135 al-Wahat di pedalaman gurun sebagai tempat persembunyian…  Sore hari tanggal 20 bulan ini telah dikerahkan sejumlah petugas untuk menyerbu para teroris itu hingga menyebabkan gugur dan lukanya sejumlah polisi serta tewasnya beberapa teroris ,” bunyi statemen Kemendagri Mesir.

Sumber-sumber keamanan dan kesehatan mengatakan kepada AFP bahwa jumlah orang yang terbunuh dalam serbuan ke kawasan al-Wahat al-Bahariya, provinsi Giza, 30 orang yang beberapa di antaranya polisi.

Al-Wahat al-Bahariya terletak di kawasan gurun barat Mesir dengan jarak sekira 350 kilometer dari Kairo, ibu kota Negeri Piramida ini.

Universitas al-Azhar di Kairo menyatakan belasungkawa atas peristiwa dan menegaskan “keharusan mengejar para teroris dan mengerahkan kekuatan terhadap kelompok bejat yang tidak menghendaki kebaikan bagi negara dan manusia.”

Sejak terjadi peristiwa kudeta milier terhadap Presiden Mohamed Morsi yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin pada tahun 2013 Mesir dilanda kekerasan antara aparat keamanan dan sejumlah kelompok militan Islam di berbagai wilayah negara ini, terutama di bagian utara Semenanjung Sinai.

Dalam beberapa bulan terakhir, gerakan “Hasm” menyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan sejumlah polisi.

Polisi Mesir belakangan ini juga memastikan beberapa pemimpin dan anggota kelompok Hasm tewas dalam serbuan aparat Mesir di berbagai wilayah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL