Dubai, LiputanIslam.com –  Konglomerat Yordania Sabih Al-Masri membantah kabar bahwa dirinya ditahan di Arab Saudi, namun para anggota parlemen Yordania meragukan pengakuan Al-Masri dan menyoal mengapa dia belum pulang ke Yordania sebagaimana pernah terjadi pada Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri.

Semula beredar kabar di berbagai media dan kalangan netizen Arab bahwa otoritas Saudi menahan Al-Masri karena dianggap terlibat dalam beberapa “kasus korupsi”. Namun, Ahad (17/12/2017), dia membantah kabar itu dengan mengatakan, “Saya tidak ditahan, dan tidak pula diinterogasi. Mereka menanyakan pertanyaan kewajiban saja. Tidak ada interogasi ataupun penahanan. Saya di rumah bersama keluarga.”

Menurut kabar itu, Al-Masri yang berdarah Palestina dan menjabat komisaris Arab Bank ditahan oleh otoritas Saudi ketika dia berkunjung ke Riyadh, ibu kota Saudi.

Menanggapi kabar yang dilansir Reuters tentang pengakuan Al-Masri tersebut, anggota parlemen Yordania Salih Al-Armouti mengatakan kepada Sputnik bahwa pengakuan  Al-Masri tak dapat dapat diyakini selagi dia masih “ditahan” di Saudi.

Al-Armouti menambahkan bahwa tak ada alasan bagi Al-Masri memperpanjang waktu keberadaannya di Riyadh sementara tugasnya di sana sudah selesai sehingga tentunya sudah pulang ke Amman, ibu kota Yordania, seandainya tidak ditahan.

“Konteks peristiwa menunjukkan bahwa pengusaha Sabih Al-Masri memang ditahan di Riyadh, sedangkan pernyataan dia dalam kondisi demikian tidak dapat diandalkan. Pernyataan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri ketika berada di Riyadh sama persis dengan pernyataan Al-Masri,” ungkap Al-Armouti.

Dia juga menyoal, “Al-Masri sudah menyelesaikan tugasnya dan seharusnya pulang ke Amman karena dia memiliki jadwal makan malam bersama dengan para tokoh pebisnis, tapi tiba-tiba dia meminta maaf atas kejadian itu. Pada prinsipnya dia sudah menyelesaikan tugasnya di Riyadh, lantas untuk apa dia bertahan di sana sampai beberapa hari kemudian?”

Senada dengan ini, Khalil Atiyya yang juga anggota parlemen Yordania mengatakan, “Otoritas Saudi pada hari Ahad telah membebaskan pengusaha Palestina-Saudi Sabih Al-Masri yang semula ditahan di Riyadh sejak Selasa lalu.”

Dia menambahkan bahwa Al-Masri berada dalam perjalanan pulang menuju Amman.

Al-Masri juga dikenal sebagai pendiri Palestine Securities Exchange, dan mengelola sejumlah perusahaan investasi dan institusi keuangan di Timteng, termasuk Arab Bank, dan luar kawasan Timteng.

Arab Bank, yang bermarkas di Amman merupakan penyalur kredit terbesar di  Yordania dan menjadi motor penggerak ekonomi di Timur Tengah dan Afrika Utara lewat layanan kreditnya. (mm/sputnik/aljazeera)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*