para ulama di lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Konferensi bertema “Solidaritas Masjid al-Aqsa” telah berlangsung di Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (11/11) atas prakarsa Forum Ulama Islam Lebanon dan dihadiri oleh para tokoh agama dan politik Islam Sunni dan Syiah, agama Kristen, perwakilan partai dan kelompok Islamis dan politik Lebanon serta berbagai kelompok pejuang Palestina.

Sebagaimana diberitakan IRNA, Para peserta menyerukan kepada seluruh umat Islam supaya memberikan bantuan multidimensional kepada perlawanan bangsa Palestina terhadap Rezim Zionis Israel. Mereka mengimbau Liga Arab supaya mengambil keputusan yang tepat, dan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam supaya memutus segala bentuk hubungan dengan Israel.

Kepala Dewan Administrasi Forum Ulama Islam Lebanon, Syeikh Hisan Abdullah, dalam pidatonya menegaskan bahwa apa yang terjadi Palestina adalah awal dari proses pembasmian Zionisme. Dia memuji dan menyerukan kepada rakyat Palestina supaya terus berjuang, walaupun dengan cara melemparkan batu, menggunakan senjata tajam dan menabrakkan mobil.

Wakil gerakan Jihad Islam Palestina di Lebanon, Abu Imad al-Rifa’i, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Palestina adalah sebuah intifada dan aksi harian yang melibatkan semua orang, termasuk kaum perempuan dan anak-anak kecil Palestina, yang telah bertekad untuk membela Masjid al-Aqsa.

Dia menyayangkan sikap sebagian negara Arab. “Musuh, Zionis, tidak akan berani melakukan penghinaan, terutama terhadap Masjid al-Aqsa, seandainya sebagian negara Arab dan Islam tidak bersikap bungkam,” katanya.

Syeikh Naim Qassim, Wakil Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa aksi kaum Zionis di Masjid al-Aqsa merupakan pelanggaran terhadap seluruh umat Islam.

“Pelanggaran terhadap kehormatan Masjid al-Aqsa, penghinaan terhadap kesucian, dan agresi terhadap bangsa dan tanah Palestina merupakan pelanggaran terhadap kehormatan 1,5 milyar umat Islam, penghinaan terhadap mereka, dan agresi terhadap seluruh wilayah Islam,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Seandainya sepersepuluh saja dana dan senjata yang digunakan untuk memusnahkan dan menghancurkan Suriah digunakan untuk melawan Israel maka wajah kawasan ini sudah berubah. Tapi sayang, ada pihak-pihak tertentu yang ingin memberikan pelayanan gratis untuk kelangsungan eksistensi Zionis.”

Syekh Maher Hamoud, ulama terkemuka Sunni Lebanon dan Sekjen Persatuan Ulama Muqawamah Sedunia memastikan bahwa para mujahidin tidak akan diam menyaksikan konspirasi Zionis terhadap Masjid al-Aqsa.

“Semua konspirasi telah dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari Palestina, namun para mujahidin tidak akan membiarkannya, sebab al-Quds adalah kiblat mereka semua dan merupakan tolok ukur keadilan dan kebebasan,” ungakpnya.

Seperti diketahui, situasi di Tepi Barat, Palestina, terus bergolak dan menjatuhkan beberapa korban jiwa dan luka di pihak Palestina maupun pihak Israel belakangan ini akibat upaya-upaya kaum Zionis untuk merebut Masjid al-Aqsa dari tangan rakyat Palestina dan umat Islam secara keseluruhan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL