ماتتعرض له بلدان المسلمين من اخطار الدمار هو خدمة للصهيونيةTeheran, LiputanIslam.com – Krisis di negara-negara Islam, terutama Suriah, Yaman dan Irak dikobarkan untuk melayani kaum Zionis dan kaum imperialis dunia, sementara gelombang terorisme adalah perpanjangan terorisme Zionis-Amerika Serikat (AS) yang bertujuan menguasai negara-negara Islam melalui proyek pengacauan keamanan demi mewujudkan Timur Tengah baru. Demikian ditegaskan dalam deklarasi yang dihasilkan dalam Konferensi Persatuan Islam ke-21 yang berlangsung di Teheran, ibu kota Iran, sebagaimana dilansir Alalam, Rabu (30/12)

“Tangan perusak tidak hanya menghancurkan negara ini dan itu, melainkan juga bermaksud menjangkau semua negara dunia, termasuk negara-negara pendukung terorisme,” bunyi deklarasi konferensi yang dihadiri oleh sekitar 400 ulama dan cendikiawan Muslim dari 70 negara dunia tersebut.

Deklarasi ini menegaskan keharusan pengerahan segenap upaya dan potensi yang ada untuk mencegah desintegrasi negara-negara tersebut dan untuk menegakkan keamanan dan perdamaian, demikian pula keharusan mengedepankan isu Palestina di antara semua cobaan yang menimpa umat Islam.

Di balik aksi-aksi kekerasan dan terorisme, lanjut deklarasi ini, terdapat rencana sistematis untuk mencoreng citra Dunia Islam dan mendapatkan pembenaran bagi campur tangan asing secara lebih jauh dalam urusan negara-negara Islam, dan di tengah kondisi demikian maka terkutuklah aksi-aksi fitnah sektarian yang menjurus pada penodaan terhadap hal-hal yang disucikan oleh umat Islam.

Deklarasi ini menegaskan, “Semua negara Islam harus bebas dari dominasi kaum imperialis dan Zionis agar negara-negara Islam dapat mengarahkan semua kemampuan mereka kepada perkembangan dan kemajuan, bukan kepada penghangusannya dalam perang, penghancuran negara, dan pembakaran kekayaan hasil minyal Islam melalui pembinasaan bangsa-bangsa, penghancuran tanah air mereka dan pembangkitan pertikaian di antara mereka.”

Menurut deklarasi ini, krisis terbesar yang mendera umat Islam sekarang ialah krisis ekonomi dan penyesatan opini oleh media. Karena itu, satu-satunya jalan untuk menghadapi semua krisis itu ialah resistensi intelektual, kultural, ekonomi, politik dan militer yang semuanya memerlukan kerjasama antarnegara Islam dalam poros resistensi komprehensif.

Di bagian akhir deklarasi ditegaskan urgensi kerjasama antarlembaga pendidikan dan kajian serta antaruniversitas Islam untuk sosialisasi budaya pendekatan antarmazhab Islam dan penyampaian hakikat Islam yang jauh dari kekerasan dan radikalisme.

Para peserta Konferensi Persatuan Islam juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Iran atas keberhasilan negara republik Islam ini di bidang nuklir serta berbagai prestasinya di ranah ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seperti pernah diberitakan, sekira 400 ulama dan cendikiawan Muslim Sunni dan Syiah dari 70 negara dunia telah berkumpul di Teheran mengikuti Konferensi Persatuan Islam yang dibuka oleh Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran pada Minggu (27/12). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL