Konferensi Menkominfo OKI di TeheranTeheran, LiputanIslam.com – Konferensi internasional para menteri informasi dan komunikasi negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) ke-10 di Teheran berakhir dengan merilis deklarasi pada Rabu malam (3/12).

“Secara umum, hal-hal yang dibahas dalam konferensi ini dan deklarasi yang dihasilkannya menjadi peluang yang baik bagi upaya menanggulangi kekerasan dan radikalisme serta upaya untuk menunjukkan citra Islam yang sesungguhnya di tengah masyarakat manusia,” ungkap Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, Ali Jannati, sebagaimana dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “Dalam situasi di mana dunia Islam sedang menghadapi berbagai problema dan persoalan, saya berharap dengan deklarasi yang telah disahkan dalam konferensi para menteri informasi dan komunikasi negara-negara Islam dan dengan kerjasama dan kesefahaman satu sama lain di bidang informasi kita semua dapat membantu menciptakan perdamaian dan ketentraman di tengah masyarakat-masyarakat Islam.”

Konferensi para pakar informasi dan komunikasi negara-negara Islam berlanjut hingga dua hari di Teheran, ibu kota Iran, sementara konferensi tingkat menterinya dibuka Rabu kemarin.

Deklarasi konferensi ini memuat beberapa poin yang antara lain ialah sebagai berikut;

  • Mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mengakhiri pendudukan kaum Zionis, dan mengapresiasi peran media negara-negara OKI dalam menggambarkan kejahatan perang dan tindakan tak berprikemanusiaan Rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina serta upayanya untuk mengubah Baitul Maqdis sebagai kota umat Yahudi.
  • Menegaskan pentingnya kebersamaan media negara-negara OKI dalam upaya menyebarkan perdamaian dan ketentraman Dunia Islam, dan menekankan pentingnya peran media dalam penanggulangan segala bentuk kekerasan, radikalisme, rasisme dan kebencian.
  • Menyatakan prihatin dan mengutuk kejahatan kelompok-kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam, terutama kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam hal ini pengaruh media hendaknya digunakan untuk melawan faham-faham mereka yang sebenarnya jauh dari ajaran Islam.
  • Mendukung aktivitas media dan partisipasi lembaga-lembaga yang terkait dengan OKI untuk melawan fanatisme yang menjurus pada pengabaian terhadap simbol-simbol dan tempat-tempat suci Islam, serta menyokong aktivitas media membendung meluasnya kebencian dan diskriminasi terhadap Islam serta kecenderungan mengidentikkan Islam dengan kekerasan dan terorisme.

Konferensi Para Menteri Informasi dan Komunikasi OKI yang pertama berlangsung di Jeddah, Arab Saudi. Selain di Iran dan Arab Saudi, beberapa konferensi sebelumnya diselenggarakan di Republik Gabon, Mesir, Suriah, Sinegal dan Maroko. Iran, Saudi dan Mesir dua kali menjadi tuan konferensi ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL