Kairo, LiputanIslam.com – Para pemuka tiga agama Islam, Kristen, dan Yahudi, dalam konferensi peduli Al-Quds di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, pada Rabu dan Kamis (17-18/1/2018) sepakat menolak dan mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel. Hadir dalam konferensi ini Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam pertemuan ini Mufti Al-Quds, Syeikh Mohammad Hossein, menegaskan bahwa Al-Quds yang memiliki tempat dan sejarah yang besar dewasa ini mengalami pelanggaran-pelanggaran secara terbuka, namun bangsa Palestina akan terus berjuang membela Al-Quds sebagaimana pada tahun lalu mereka berhasil mematahkan rencana sepihak Zionis Israel terhadapnya.

Dia mengingatkan bahwa Trump sedang berusaha menghapus identitas kearaban dan keislaman Al-Quds, dan karena itu bangsa-bangsa Arab dan Muslim harus bersatu dan berkonsentrasi pada kota ini.

Senada dengan ini, Khatib Masjid Al-Aqsa Syeikh Ikrimah Sabri menegaskan bahwa mengabaikan Al-Quds tak ubahnya mengabaikan dua kota suci Islam lain, Mekkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwarah.  Karena itu dia mengingatkan umat supaya tidak menggubris upaya-upaya yang ada belakangan ini untuk menciptakan keraguan mengenai status Al-Quds selama ini.

Pemimpin kelompok Yahudi moderat Neturi Karta yang kontra-Israel, Yisroel Dovid Weiss, juga berbicara dalam pertemuan ini dengan menegaskan bahwa kelompoknya dan mayoritas kaum “Yahudi sejati” menolak negara Israel dan faham Zionisme.

“Saya datang mewakili bangsa Yahudi sejati, dan mereka diperintahkan oleh Taurat untuk mengatasi kezaliman terhadap bangsa Palestina yang justru telah memberi kaum Zionis negara di wilayah perbatasan 1948,” tuturnya.

Dia kemudian mengimbau para pemimpin Islam tidak menyebut para penganut Zionis sebagai Yahudi dan Israel karena sebutan demikian dapat menjadi pembenaran bagi kaum Zionis untuk mengungkit umat Islam terdahulu.

Sementara itu, pemimpin Kristen Maronit Kardinal Mar Bechara Boutros al-Rahi  menyatakan bahwa Al-Quds tidak bisa dilepaskan dari Palestina.

“Masalah Al-Quds tak dapat dipisahkan dari masalah Palestina, tak ada penyelesaian satu tanpa yang lain, karena kedua terhubung erat. Kita semua memahami perdamaian dan kebersamaan di atas suci dan di Timteng. Tak ada masa depan bagi keduanya tanpa penyelesaian masalah politik Al-Quds,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa segala sesuatu telah direncanakan oleh Israel, dan bukan terjadi secara spontan, hingga kemudian muncul keputusan Trump mengenai Al-Quds yang sewenang-wenang dan menyalahi semua keputusan Dewan Keamanan dan organisasi PBB.

Indonesia Bertekad Dukung Palestina

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di hadapan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir. (Kompas)

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, juga berbicara dalam konferensi dengan menegaskan komitmen mendukung Palestina dan menolak keputusan Trump, sesuai amanat konstitusi Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia yang hanya dapat dicapai jika Palestina memperoleh kemerdekaan, kedaulatan, dan martabatnya sebagai anggota masyarakat internasional yang setara.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan hal tersebut dalam forum konferensi internasional untuk membela kota Al Quds al-Sharif (Yerusalem) yang diselenggarakan Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir pada Rabu dan Kamis (17-18/1/2018).

“Dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah surut, bahkan semakin meningkat. Bukan hanya dalam bentuk dukungan politik, namun Indonesia akan terus tingkatkan dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina,” ujar Lukman Hakim.

“Bersama-sama dunia Islam, Indonesia juga siap berpartisipasi dalam memperkuat institusi keagamaan di Palestina, dalam kerangka kerja sama internasional. Melalui mimbar ini saya tegaskan, Palestina selalu ada dalam hati, bahkan dalam setiap helaan nafas warga Indonesia,” lanjut Menteri Agama RI itu.

Dia mengingatkan bahwa keputusan Presiden Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel telah melukai rasa keadilan umat manusia di saat dunia Islam sedang disibukkan dengan berbagai persoalan internal. (mm/samanews/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*