pengungsi irak utaraNewYork, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Kamis kemarin (7/8) menggelar sidang tertutup membahas perkembangan situasi Irak dan pergerakan kelompok-kelompok teroris di negara ini, demikian dinyatakan seorang anggota delegasi Inggris di PBB dalam pesan Twitternya.

“Sidang ini diadakan secara tertutup dengan membahas situasi Irak,” tulis anggota delegasi Inggris tersebut, sebagaimana dilaporkan FNA.

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius dalam rilisnya menyatakan pihaknya menginginkan penyelenggaraan sidang darurat mengenai Irak.

“Mengingat seriusnya situasi, dan juga karena kaum minoritas menjadi korban utama situasi ini maka pemerintah Perancis meminta penyelenggaraan sidang darurat DK PBB supaya masyarakat internasional tergerak untuk menanggulangi ancaman teroris di Irak dan melindungi penduduk dari bahaya,” ungkap Fabius.

Kamis kemarin dilaporkan bahwa beberapa kota kecil yang dihuni oleh warga Kristen di sebelah timur kota Mosul diserbu dan diduduki oleh kawanan bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menyebabkan sekitar 100,000 warga Kristen kabur menyelamatkan diri dengan kondisi yang mengenaskan. (Baca: Gempar Lagi, ISIS Serbu Kota-Kota Kristen di Sebelah Timur Mosul)

Sebelumnya, ISIS juga menyerbu kota Sinjar yang dihuni oleh warga minoritas Yazidi (Izidi) di kota Sinjar menyebabkan puluhan ribu atau bahkan, menurut PBB, ratusan ribu penduduk mengungsi dan sebagian terjebak di Gunung Sinjar dalam kondisi mengenaskan. (Baca: PBB: Tragedi Kemanusiaan Landa Sinjar, Ratusan Ribu Warga Sipil Dikepung ISIS)

Sementara itu, Juru Bicara Kantor PBB untuk Kordinasi Urusan Kemanusiaan, David Swanson, menyatakan bahwa bahwa sebagian di antara ribuan orang yang terjebak di Gunung Sinjar sudah berhasil dievakuasi.

“Kami baru saja mendapatkan laporan bahwa sebagian orang sudah dievakuasi dalam 24 jam lalu, dan PBB sedang menyiapkan segala yang diperlukan untuk membantu dan menyambut kedatangan mereka,” ujar Swanson kepada Reuters Kamis kemarin sembari menyebutkan bahwa ini merupakan tragedi besar yang menyengsarakan ratusan ribu orang.

Menurutnya, sekitar 200,000 orang yang terpaksa mengungsi menyelamatkan diri dalam beberapa hari terakhir. Mereka membutuhkan bantuan kebutuhan pokok secepatnya, terutama air bersih, bahan makan, obat-obatan dan tenda. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL