mohammad allan palestinaAshkelon, LiputanIslam.com – Pengadilan Tinggi Israel menunda penangkapan Mohammed Allan, pemuda Palestina pelaku aksi mogok makan yang dilaporkan BBC sedang mengalami kerusakan otak setelah 65 hari hidup tanpa makan.

Allan yang didakwa sebagai anggota faksi pejuang Jihad Islam Palestina memulai aksinya menolak makan sejak Juni lalu sebagai aksi protes atas “penahanan administratif” atas dirinya oleh Israel. Israel lantas menyanggupi akan membebaskannya pada awal November nanti jika dia bersedia mengakhiri aksinya.

Para dokter menyatakan Allan berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di kota Ashkelon, Israel.

Almayadeen melaporkan kondisi Allan sedemikian kritis sehingga tidak bisa ajak berkomunikasi. Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, ibunda Allan mengaku tidak diperbolehkan meninjau kondisi anaknya.

“Pasukan pendudukan kemarin melarang saya melihat anak saya. Saya meminta kepada semua orang di dunia supaya membebaskan anak saya,” katanya.

Dia menambahkan, “Para Zionis meminta saya membujuk anak saya supaya mengakhiri aksi mogok makan, tapi saya menolak.”

Situs Israel Walla sebelumnya melaporkan bahwa pekan lalu Allan sempat pingsan setelah 60 hari menjalankan aksinya. Begitu sadar dia mengaku akan terus melanjutkan aksinya sampai tuntutannya, yakni pembebasan dirinya, dipenuhi.

Israel Selasa lalu (18/8) menyatakan bersedia membebaskan Allan tapi dengan syarat dia harus diasingkan di luar Palestina selama empat tahun, namun tim pengacara Allan menolak syarat itu mentah-mentah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL