tahanan palestinaRamallah, LiputanIslam.com – Kondisi kesehatan para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan dilaporkan semakin memburuk setelah aksi itu memasuki hari yang ke-25. Menteri Palestina Urusan Tawanan, Essa Qaraqie, Minggu (19/05) mengatakan bahwa kondisi fisik mereka terus memburuk dari hari ke hari.

Sekitar 120 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan sejak 24 April lalu sebagai protes terhadap apa yang disebut Rezim Zionis Israel sebagai “penahanan administratif”.

Dalam sebuah status di jejaring sosial Facebook belum lama ini para tahanan Palestina menyatakan tidak akan menyerah meskipun kondisi mereka melemah secara ekstrim.

Penahanan adiministratif adalah pemenjaraan orang-orang Palestina secara sewenang-wenang tanpa melalui proses pengadilan atau dakwaan. Peraturan ini memungkinkan Israel untuk memenjarakan orang-orang Palestina sampai enam bulan, dan setelah itu masih dapat diperpanjang lagi untuk waktu yang tidak terbatas.

Qaraqie mengatakan bahwa sebagian pelaku aksi mogok makan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Dia menambahkan bahwa Israel tetap bersikukuh mengabaikan tuntutan para tahanan Palestina itu walaupun kondisi mereka kian memburuk.

Kelompok Hak Asasi Manusia Israel B’Tselem melaporkan bahwa petugas penjara Israel melakukan tindakan keras terhadap para pemogok makan Palestina, termasuk dengan cara menempatkan sebagian dari mereka di ruang isolasi.

Qaraqie menyebutkan bahwa para tahanan Palestina itu juga telah melayangkan surat pengaduan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga HAM dunia berisikan desakan kepada mereka agar turun tangan menghentikan pemberlakuan penahanan administratif Israel terhadap orang-orang Palestina.

Sebanyak lebih dari 5000 warga Palestina dilaporkan mendekam dalam penjara-penjara Israel, dan hampir 200 orang di antaranya adalah korban pemberlakuan penahanan administratif. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL