Baghdad, LiputanIslam.com –  Juru bicara operasi gabungan pasukan Irak di Mosul, Yahya Rasul, Ahad (15/1/2017) menyatakan bagian timur Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara, belum sepenuhnya bebas, melainkan masih ada 10% bagian ini yang masih diduduki ISIS.

“Tinggal kawasan al-Arabiyah, Malayin, Nisan, dan instalasi al-Kindi di bagian timur laut Mosul yang masih diduduki DAESH (ISIS)… Operasi militer masih berlanjut tanpa henti, dan Bandara Mosul sekarang dihujani serangan pasukan Irak,” katanya.

Sebelumnya Mayjen Abdul Amir Rasyid Yarallah, komandan operasi pembebasan Nineveh, menyatakan distrik al-Kafaat di Mosul timur berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak.

Keterangan dari Kepala Kepolisian Irak Letjen Rasyid Shakir Judat menyebutkan sekira 35 anggota tewas dan tujuh bom mobil mereka hancur terkena serangan pasukan Irak dalam pembebasan kawasan Yaramjeh barat.

Pengamat terorisme Irak Umar Badruddin menyatakan bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi meminta bantuan dana kepada negara-negara Arab pendukungnya.

Dia menjelaskan,”Organisasi teroris ISIS di Mosul menempuh segala cara untuk menghambat jatuhnya bagian barat. Dalam rangka ini mereka mengirim dua delegasinya ke sejumlah negara Arab Teluk untuk meminta bantuan dana kepada mereka karena dalam pertempuran belakangan ini mereka kehilangan banyak gudang senjatanya.”

Dia menambahkan, “Beberapa sumber khusus di Mosul telah mengungkap rencana al-Baghdadi mengontak orang-orang kaya untuk pembelian senjata, karena dalam serangan (pasukan Irak) belakangan ini ISIS kehilangan sebagian besar arsenalnya, dan pasukan Irak di beberapa distrik berhasil membuat pasukan ISIS kabur tanpa kesempatan untuk membawa senjata.”

ISIS menguasai Mosul, kota kedua terbesar di Irak, sejak 2014, dan sejak itu tak terhitung kejahatan kelompok ini terhadap warga Mosul dan berbagai kawasan lain yang mereka kuasai.

Pasukan Irak memulai operasi pembebasan kota ini dan provinsi Nineveh secara keseluruhan pada 17 Oktober 2016 dengan mengerahkan 100,000 personil yang terdiri atas tentara, pasukan khusus, polisi federal, pasukan Kurdi Peshermarga dan relawan al-Hashd al-Shaabi. (mm/irna/alfuratnews/almasalah)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL