Paris, LiputanIslam.com –  Perwira tinggi Arab Saudi Mayjen Ahmad Hassan Mohammad Asiri yang semula kerap dan antusias mengadakan konferensi pers sejak pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi menyerang Yaman belakangan ini sudah lama tak muncul lagi untuk memberikan penjelasan kepada media mengenai jalannya pertempuran di Yaman.

Ahmad Asiri menghilang dari sorotan media sejak posisinya sebagai jubir pasukan koalisi itu digeser oleh Kolonel Turki Al-Maliki.

Bergaya ala Pentagon, Asiri semula hampir setiap satu minggu sekali menggelar konferensi pers untuk memberikan keterangan dan analisa di depan berbagai media terkemuka dunia mengenai sengitnya serangan Saudi dan sekutunya terhadap pasukan Ansarullah (Houthi). Di awal-awal konferensi  dia yang seakan menjadi bintang dalam perang Yaman tampak sangat percaya diri dan mengaku yakin bahwa riwayat Houthi hanya tinggal beberapa minggu akibat serangan itu.

Namun, setelah perang ini ternyata berkelanjutan sampai tiga tahun dan Ansarullah tetap tegar dan bahkan semakin eksis di Sanaa, ibu kota Yaman, dia tiba-tiba lenyap secara total sorotan kamera media.  sementara penggantinya, Al-Maliki, ternyata jarang tampil, dan pasukan koalisi juga tidak lagi mengumbar statemen kecuali berupa pengaduan rezim Saudi mengenai serangan rudal-rudal balistik Houthi terhadap berbagai sasaran berupa bandara dan pangkalan militer di wilayah Saudi.

Semua ini tak pelak menandakan realitas betapa impian Saudi dan sekutunya untuk membasmi Ansarullah ternyata hanyalah isapan jempol belaka, dan pasukan koalisi tak mendapatkan kemajuan apapun dalam pengerahan semua ototnya di Yaman.

Kenyataan ini membuat Asiri tak lagi percaya diri untuk tampil di depan media dunia, sebab dia tentu akan kesulitan menjelaskan sebab mengapa Ansarullah tetap bugar meskipun Saudi dan sekutunya sudah tiga tahun menghujani Yaman dengan rudal.

Tak hanya itu, Asiri juga tidak akan fasih menjawab mengapa serangan itu menjatuhkan banyak korban sipil, apalagi PBB bahkan menyebut intervensi Saudi dan sekutunya itu telah berbuah kejahatan perang yang antara lain telah menewaskan banyak anak kecil dan menghancurkan fasilitas publik. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*