Raqqa, LiputanIslam.com –   Anggota Dewan Sipil (Raqqa Civil Council/RCC) Raqqa Omar Aloush menyatakan pihaknya menduga bahwa pasukan koalisi internasional membiarkan semua anggota kelompok teroris yang tersisa di kota Raqqa, Suriah, keluar dengan aman dari kota ini bersama warga sipil.

“Para petempur ISIS akan dibarengkan dengan 400 warga sipil yang tertahan di rumah sakit Raqqa,” kata anggota dewan yang dibentuk pasca pembebasan Raqqa dari pendudukan ISIS ini, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, sekira 100 anggota ISIS telah menyerah setelah mengadakan pembicaraan dengan para pemuka adat dan tokoh masyarakat Raqqa.

Dia menjelaskan bahwa para tokoh itu telah meyakinkan sekira 100 orang (anggota ISIS) agar menyerahkan diri, namun para anggota ISIS lainnya berusaha mencari cara lain yang memungkinkan mereka untuk keluar dari Raqqa dengan kedok warga sipil.

“Rencana demikian ini ada, dan pihak yang bertanggungjawab adalah para pemuka adat,” ungkap Aloush.

Dia menambahkan bahwa perjanjian tentang ini bisa jadi diterapkan pada hari Sabtu kemarin.

Sebelumnya, Aloush mengatakan bahwa perjanjian evakuasi warga dari Raqqa mencakup para petempur ISIS asal Suriah maupun negara-negara lain, meskipun pasukan koalisi internasional menyatakan bahwa para anggota ISIS non-Suriah tidak tercakup di dalamnya.

“Ya, para petempur asing ada dalam perjanjian ini…  Statemen koalisi berbicara sesuatu, tapi realitas berbicara sesuatu yang lain,” katanya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL