bom saudi di yamanDubai, LiputanIslam.com –  Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, Brigjen Ahmad al-Assiri, menolak gencatan senjata di Yaman.

“Kami tidak akan mengulangi lagi kesalahan gencatan senjata lima hari di mana al-Houthi dapat memperbarui kekuatan militernya,” ungkap al-Assiri,sebagaimana dilansir laman berita Akhbar al-Saah yang berbasis di Uni Emirat Arab, Senin kemarin (8/6).

Dia menambahkan, “Selama kelompok al-Houthi enggan mematuhi gencatan senjata, kelompok koalisi tidak akan menerima gencatan senjata di Yaman, dan angkatan bersenjata kami berkemampuan melancarkan segala bentuk operasi.”

Menurut al-Assiri, dalam gencatan senjata lima hari yang pernah diterapkan beberapa waktu lalu, al-Houthi dapat menggalang lagi kekuatan militernya dan telah menempatkan pasukan serta perlengkapan militernya di wilayah perbatasan Saudi.

“Tak ada yang perlu diperdebatkan apabila kedua pihak sama-sama mengindahkan gencatan senjata. Adapun gencatan senjata sepihak seperti yang terjadi sebelumnya adalah hal yang sia-sia, dan kami tidak akan mengulangi hal ini,” ungkapnya.

Statemen ini dinyatakan al-Assiri menyusul beredarnya kabar bahwa gencatan senjata akan diterapkan bersamaan dengan tibanya bulan suci Ramadhan 1346 Hijriah yang akan jatuh pada bulan Juni ini.

Sementara itu, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman  Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan bahwa perundingan mengenai penyelesaian krisis Yaman di Jenewa yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Juni mendatang akan dihadiri hanya oleh kelompok-kelompok Yaman sendiri.

“Saya yakin bahwa perundingan di Jenewa ini adalah antara Yaman dan Yaman,” katanya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Atiyyah, Senin kemarin seperti dilansir Yamani al-Khabar.

Dia mengaku sudah menemui berbagai pihak di Riyadh, Sanaa, dan Oman, dan semua pihak sudah setuju dan menyatakan siap menghadiri pertemuan pembukaan di Jenewa 14 Juni.

“Kecuali perwakilan PBB yang telah berperan penting dalam penyediaan kondisi untuk penyelenggaraan perundingan Jenewa, tak ada pihak non-Yaman yang dijadwal mengikuti perundingan ini,” terangnya.

Juru bicara Ansarullah Mohammad Abdulsalam Sabtu lalu (6/6) mengumumkan kesiapan Ansarullah menghadiri perundingan di Jenewa.
“Ansarullah menyambut baik seruan Sekjen PBB kepada semua pihak di Yaman supaya menghadiri perundingan Jenewa tanpa syarat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Saudi bersama sembilan negara Arab regional, kecuali Oman, dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu sampai sekarang dengan target memulihkan kekuasaan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah (al-Houthi).  Namun demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda al-Houthi melemah akibat serangan yang telah merenggut ribuan nyawa dan menjatuhkan ribuan korban luka tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL