Riyadh, LiputanIslam.com –  Negara-negara anggota koalisi Arab pimpinan Arab Saudi menyatakan Iran bertanggungjawab atas pengabaian keamanan regional terkait dengan dukungannya kepada kelompok Ansarullah (Houthi).

Pernyataan ini mengemuka dalam deklarasi penutupan pertemuan para menteri luar negeri dan kepala staf angkatan bersenjata koalisi Arab di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang diikuti oleh 13 negara.

Juru bicara koalisi Arab, Kol. Turki Al-Malaiki,  yang membacakan deklarasi ini dalam jumpa pers Minggu (29/10/2017) mengatakan, “Para peserta pertemuan ini menegaskan bahwa operasi militer koalisi Arab dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan undang-undang internasional… Mereka mengecam sekerasnya peranan negatif yang dimainkan oleh milisi Houthi dan bantuan senjata dan rudal balistik kepada mereka… Koalisi ini menyatakan Iran dan para anteknya bertanggungjawab atas pengabaian keamanan di kawasan.”

Al-Maliki menambahkan bahwa pertemuan ini juga membicarakan laporan Sekjen PBB mengenai anak-anak kecil korban perang Yaman yang dirilis pada 6 Oktober lalu.

Menurutnya, para peserta pertemuan ini “menolak bagian-bagian laporan yang mengandung informasi dan pernyataan tidak benar, menyatakan keberatan mereka yang sangat mendalam atas informasi itu, dan mengimbau PBB agar meninjau kembali alat-alat pengumpul informasinya.”

Belum lama ini PBB mencatumkan koalisi Arab dalam draf daftar hitam terkait dengan “pelanggaran hak anak kecil” akibat operasi militernya di Yaman.

Draf itu menyatakan, “Perbuatan koalisi Arab di Yaman telah menyebabkannya dicantumkan secara obyektif dalam daftar hitam akibat tindakan membunuh dan melukai anak kecil, di mana telah jatuh korban anak kecil sebanyak 683 orang pada tahun 2016.”

Pertemuan para menlu dan kepala staf angkatan bersenjata negara-negara anggota koalisi Arab ini tercatat pertama kalinya sejak dimulai invasi militer mereka ke Yaman pada 26 Maret 2015.

13 negara yang mengikuti pertemuan ini ialah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Sudan, Pakistan, Bahrain, Malaysia, Mesir, Djibouti, Maroko, Sinegal, dan pemerintahan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi Arab.

Koalisi ini menyatakan bahwa serangan militer ke Yaman dilakukan untuk “merespon permintaan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi agar melakukan intervensi militer demi melindungi Yaman dan rakyatnya dari agresi milisi Houthi dan pasukan mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang bersekutu dengannya.” (mm/rayaluoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL