Riyadh, LiputanIslam.com –  Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar andil dalam pengelolaan keamanan Bandara Sanaa untuk memulihkan aktivitas penerbangan komersial dan transportasi bandara di ibu kota Yaman ini setelah lebih dari satu tahun ditutup.

Seruan yang diungkap melalui statemen yang dirilis kantor berita Arab Saudi, SPA, ini mengemuka beberapa jam setelah Utusan PBB untuk Yaman Ismaeil Ould Cheikh menyerukan pembukaan kembali bandara internasional Sanaa.

Jubir pasukan koalisi Arab Kol. Turki al-Maliki menyatakan pihaknya menyimak apa yang telah dipublikasi oleh kantor koordinasi urusan kemanusiaan di Yaman mengenai penutupan Bandara Sanaa bagi penerbangan komersial.

Dia mengaku bahwa pasukan ini sejak awal operasi militernya masih terus memanfaatkan potensi dan upayanya pemulihan penerbangan komersial, penumpang, dan bantuan kemanusiaan ke semua bandara Yaman melalui perilisan izin keudaraan bagi semua permohonan yang masuk dan pengkhususan Bandara Domestik Bisha untuk mengatur transportasi udara sesuai resolusi PBB no. 2216.

Menurutnya, penutupan Bandara Sanaa dan pengkhususannya untuk penerbangan bantuan adalah demi keamanan pesawat sipil dan komersial yang menuju bandara ini “akibat kegiatan bersenjata milisi Houthi (Ansarullah) melalui operasi penyelundupan senjata.”

Dia mengimbau PBB supaya andil dalam pemulihan penerbangan komersial dan transportasi penumpang untuk Bandara Sanaa melalui pengelolaan keamanan bandara ini dan jaminan bagi apa yang dikuatirkan oleh “pemerintahan Yaman yang sah.”

Al-Maliki menegaskan, “Jika faktor-faktor kelayakan pengelolaan bandara dan jaminan keamanan dan keselamatan pesawat komersial tersedia, dan kegiatan penyelundupan senjata dihentikan maka pasukan koalisi sepenuhnya siap membuka lalu lintas udara bagi pesawat komersial.”

Pada Agustus 2016 koalisi Arab memblokade penerbangan dari dan menuju Bandara Sana dengan dalih di sekitarnya terdapat operasi militer, tapi kemudian mengecualikan penerbangan bantuan kemanusiaan PBB.

Dewasa ini Bandara Sanaa berjarak sekira 55 kilometer dari front pertempuran terdekat antara pasukan presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung oleh pasukan koalisi Arab di satu pihak dan pasukan Ansarullah yang bersekutu dengan pasukan mantan presiden Ali Abdullah Saleh di pihak lain di sebelah timur Sanaa.

Selama ini warga Yaman yang bermaksud melakukan perjalanan keluar negeri hanya menggunakan Bandara Aden di selatan dan Seiyun timur Yaman, selain melalui pintu perbatasan negara ini dengan Saudi dan Oman.

Saudi dan sekutunya yang tergabung dalam koalisi Arab menyerang Yaman sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang dengan dalih untuk memulihkan pemerintahan Mansour Hadi melawan pasukan Houthi dan Abdullah Saleh.  Serangan ini telah menjatuhkan belasan ribu korban jiwa yang sebagian besar adalah warga sipil serta kehancuran yang sangat besar pada fasilitas infrastruktur  Yaman. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL