Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengumumkan pihaknya  melancarkan operasi serangan udara khusus untuk “menghancurkan jaringan dan kekuatan pesawat nirawak” di bekas kamp Pasukan Pengawal Republik di sekitar Istana Presiden di Sanaa, ibu kota Yaman, yang dikendalikan oleh kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Juru bicara pasukan koalisi Arab, Kolonel Turki al-Maliki, mengatakan bahwa pada dini hari ini,  Sabtu (20/4/2019), pasukan udara koalisi melancarkan operasi militer tersendiri untuk menghancurkan tempat-tempat yang digunakan oleh Houthi untuk menyimpan pesawat nirawak.

Maliki menjelaskan bahwa operasi ini merupakan perpanjangan dari operasi militer sebelumnya yang dilakukan oleh pasukan koalisi untuk menggempur dan menghancurkan jaringan dan logistik nirawak seta keberadaan “para ahli asing.”

Juru bicara itu mengklaim bahwa pasukan koalisi menempuh semua langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dan menghindarkan mereka dari kerusakan bangunan di luar kamp militer yang berada di dekat lingkungan perumahan dan fasilitas sipil.

Dia juga menuduh kelompok Ansarullah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Klaim demikian sering dilontarkan oleh pasukan koalisi Arab, namun pada kenyataannya sering kali jatuh korban tewas dan luka dari kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, sehingga mengundang kecaman internasional.

Laman berita Al-Alam milik Iran melaporkan bahwa pasukan koalisi Arab melancarkan serangan udara sengit dan terus mengangkasa di angkasa kota Sanaa.

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa jet tempur pasukan agresor itu telah melancarkan dua serangan ke kawasan al-Nahdain di distrik al-Sab’in di bagian selatan Sanaa.

Media Yaman melaporkan bahwa operasi militer di negara telah memasuki fase baru, setelah provinsi Ibb masuk ke dalam peta konfrontasi militer.  (mm/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*