korban anak yamanRiyadh, LiputanIslam.com – Menyusul adanya kecamanan PBB terkait dengan jatuhnya korban sipil, terutama anak kecil Yaman akibat serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, koalisi ini, Kamis (4/8/2016), mengakui adanya kesalahan dalam dua peristiwa serangan di Yaman.

Temuan mengenai adanya kesalahan itu didapat setelah dilakukan penyelidikan oleh tim investigasi yang terdiri atas 14 anggota yang berasal dari negara-negara anggota koalisi Arab, yaitu Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan pemerintahan presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Penyelidikan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya kecaman PBB dan lembaga-lembaga HAM atas serangan udara pasukan koalisi terhadap berbagai kawasan sipil, rumah sakit, pasar, acara resepsi pernikahan, dan truk-truk milik lembaga Program Pangan Dunia (WFP).

“Kami menemukan adanya kesalahan di dua keadaan, sedangkan keadaan-keadaan lainnya normal dan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional. Tim investigasi akan terus menjalankan misi penyelidikan untuk setiap pengaduan yang masuk kepadanya, dan kami akan memaparkannya secara jelas dan transparan,” ungkap juru bicara tim investigasi asal Bahrain, Mansour al-Mansouri, dalam jumpa pers di Riyadh, Arab Saudi, seperti dilansir laman Ray al-Youm.

Dia menambahkan bahwa pasukan koalisi telah melakukan pemboman secara “salah tanpa disengaja, karena mengacu pad data-data intelijen yang tidak akurat” terhadap komplek permukiman di kota Mokha di pesisir Laut Merah.

Lembaga Human Right Watch dalam sebuah laporannya menyatakan telah terjadi “kejahatan perang yang nyata” dalam sebuah aksi pengeboman yang telah menewaskan sedikitnya 65 warga sipil pada Juli 2015.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman sejak Maret 2015 demi menyokong presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan menumpas gerakan Ansarullah (Houthi) yang telah menggerakkan revolusi yang berujung kaburnya Mansour Hadi dari ibu kota Yaman.

Menurut data PBB, serangan pasukan koalisi itu telah menyebabkan terbunuhnya sekitar 6400 orang dan memburuknya krisis kemanusiaan di Yaman.(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL