irak ballotBaghdad, LiputanIslam.com – Komisi Tinggi Pemilu Irak menyatakan hasil resmi penghitungan suara pemilu yang diselenggarakan akhir April lalu akan diumumkan Senin sore (19/5) waktu setempat. Di saat yang sama, situasi terkait pemilu Irak dikeruhkan oleh kasus penculikan salah seorang calon legislatif oleh kawanan militan. Selain itu, dengan tewasnya tujuh orang lagi akibat serangan militan, jumlah korban tewas di Irak sejak awal tahun ini sampai sekarang menjadi genap 3,500 orang.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa menurut hasil penghitungan informal namun dinilai cukup akurat, koalisi Kedaulatan Undang-Undang telah merebut 96 kursi parlemen, sedangkan koalisi al-Ahrar meraih 34 kursi, Koalisi al-Muwatin 31 kursi, dan koalisi al-Muttahidun 25 kursi. Koalisi Kedaulatan Undang-Undang adalah koalisi tempat Perdana Menteri (PM) Nouri al-Maliki berasal.
Keterangan sumber-sumber yang dikutip TV al-Alam itu menambahkan bahwa koalisi Kurdi mendapatkan 34 kursi, al-Qaimah al-Wataniyyah 12 kursi, dan Blok Arab 7 kursi.

Komisi Tinggi Pemilu Irak Sabtu lalu menyatakan pengumuman hasil pemilu tertunda akibat adanya penghitungan ulang dan berbagai pengaduan yang masuk ke komisi. Saat itu dinyatakan bahwa hasil pemilu akan diumumkan Ahad atau Senin sore (18-19/5).

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Irak Nikolay Mladenov menyerukan kepada semua kandidat dan simpatisan mereka supaya menjaga kesehatan iklim demokrasi dalam pengunguman hasil pemili parlemen Irak yang berlangsung 30 April lalu.

Dalam statemennya di Baghdad dia mengatakan, “Perselisihan terkait pemilu harus diselesaikan melalui jalur hukum.” Dia juga menyerukan kepada Komisi Tinggi Pemilu dan semua aparat penegak hukum di Irak agar dapat mengatasi dengan cara yang proaktif dan adil segala kendala yang mungkin terjadi.

PM Nouri al-Maliki memuji kesuksesan pemilu Irak dan menyebutnya sebagai tamparan bagi terorisme. Awal bulan ini para pejabat Irak menyatakan bahwa pemilu ini telah diikuti oleh 60% penduduk yang berhak pilih, dan dari jumlah itu tingkat partisipasi tertinggi berasal dari provinsi Kurdi Irbil dengan persentase 90%.

Sementara itu, aksi teror dan kekerasan terkait pemilu terjadi di Negeri 1001 Malam tersebut. Satu calon lagislatif bernama Rahman Abdulzahra Jazairi diculik oleh kawanan militan bersenjata pada Minggu (18/5). Polisi Irak menyebutkan bahwa Jazairi diculik saat berada dalam rumahnya di kawasan Jamila, utara Baghdad. Selain menculiknya, para pelaku juga telah melukai ayah dan saudara Jazairi.

Jazairi adalah Sekretaris Umum Hezbollah Warithun yang merupakan cabang Partai Hezbollah Irak. Menurut partai ini, aparat keamanan sedang berusaha membebaskan Jazairi. Peristiwa penculikan ini merupakan yang pertama kalinya sejak kesuksesan pemilu Irak.

Sabtu lalu, sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangan yang terjadi di Baghdad dan di wilayah utara Irak. Dengan jumlah korban tewas ini maka total korban tewas sejak awal tahun 2014 sampai sekarang menjadi genap 3,500 orang. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL