rudal tochka yamanMuscat, LiputanIslam.com –  Seperti ramai diberitakan, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim milisi Ansarullah (Houthi) Kamis lalu melesatkan rudal balistik dari Yaman ke arah Mekkah al-Mukarramah namun pasukan koalisi berhasil mencegat dan merontokkan rudal itu di lokasi berjarak 65 km dari kota paling suci di muka bumi ini.

Klaim yang dibantah oleh Ansarullah ini segera disusul dengan badai ujaran kebencian terhadap Ansarullah dari para elit, agamawan, da’i, media, dan bintang medsos Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menyerukan negara kerajaan Salafi/Wahabi ini agar segera menuntaskan operasi bersandi Badai Mematikan dan membasmi “para Majusi Yaman yang menduduki Sanaa (ibu kota Yaman)”. Mereka menyerukan penyiagaan sistem pertahanan udara.

Mereka menyebut Ansarullah sebagai Majusi karena milisi ini bermazhab Syiah dan didukung oleh Iran, negara yang ribuan tahun silam menjadi tempat terbitnya agama Majusi (Zaratustra).

Uniknya, para aktivis oposisi Saudi memperolok klaim tentang rudal Yaman itu. Mereka menyatakan kerajaan Saudi sebaiknya “menyuguhi kopi ke rudal yang bertamu” itu. Mereka juga menyoal, “Apakah kita juga meminta Iran bertanggungjawab atas kegagalan kita dalam mengelola perang?”

Pengguna akun “Nahw al-Hurriyyah” (Menuju Kebebasan) di Twitter berkicau, “Sebelum operasi Badai Mematikan tak ada rudal yang mencapai Mekkah, tapi setelah itu malah ada mencapainya. Badai Mematikan ini operasi militer atau wajib militer?”

Satu lagi aktivis pengguna akun “Khadim Wathan” (Pelayan Negeri) di medsos yang sama menulis komentar sarkastik, “Aneh sekali kaum Rawafidh (Syiah) itu, bukankah mereka tahu bahwa gajahpun menolak menghancurkan Kaabah atas perintah Malik al-Mulk (Sang Pemilik segala kekuasaan)?”

Menurut Rai al-Youm, para pengamat mengatakan bahwa rezim Arab Saudi mati-matian berusaha mendapat dukungan rakyat kepada perang yang jelas-jelas gagal di semua levelnya dan malah menimbulkan banyak masalah di dalam negeri sehingga rakyat  setiap hari“mengerang” melalui medsos.

Karena itu, lanjut para pengamat, Riyadh sengaja mencari-cari jalan keluar, meski bersifat temporal, dengan cara memancing dukungan dan simpati rakyat Saudi sendiri dan bangsa-bangsa Arab lainmnya, terlebih setelah Saudi terbukti berulangkali melakukan aksi genosida di Yaman sehingga menjadi keranjang kecaman khalayak dunia.

Mereka menambahkan bahwa isu serangan rudal terhadap Mekkah yang gencar dihembuskan oleh media Saudi dan sekutunya adalah bagian dari sepak terjang untuk menerobos kebuntuannya dalam perang Yaman. (mm/raialyoum)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL