العبادي يرفع العلم العراقي وسط الفلوجة ويعد برفعه في الموصلFallujah, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Irak Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak, Minggu (26/6), mengibarkan bendera negaranya di kota Fallujah, provinsi Anbar, Irak barat sebagai tanda bahwa kota ini telah bebas sepenuhnya dari cengkraman gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pada kesempatan itu Abadi berjanji bahwa selanjutnya dia bersama pasukan Irak juga akan segera mengibarkan bendera nasional Negeri 1001 Malam ini di Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara.

“Daesh (ISIS) serta para pembela mereka dan setiap orang yang terhubung dengan mereka telah berusaha mencegah pergerakan (pasukan Irak) menuju Fallujah. Mereka melontarkan klaim-klaim tendensius dan banyak rumor palsu, tapi angkatan bersenjata kita dapat mematahkan semua upaya itu dan merealisasikan kemenangan di kota ini,” katanya, sebagaimana dilansir al-Sumaria News.

Dia menambahkan, “Pasukan kita telah membebaskan Fallujah sesuai janji kita, kita kibarkan bendera di atasnya, dan kita juga akan segera mengibarkan bendera Irak di Mosul.Tak ada di tempat bagi ISIS di Irak, dan kita akan mengusir mereka di mana saja. Kemenangan di Fallujah merupakan kebahagiaan bagi semua orang Irak, betapapun masih banyak tantangan yang sedang dihadapi negara ini.”

PM Irak memastikan banyak anggota ISIS yang terbunuh dalam perang di Fallujah.

“Banyak anggota ISIS yang terbunuh di tangan para pejuang tentara, polisi, relawan al-Hashd al-Shaabi dan pasukan adat yang telah bertempur dengan gagah berani,” ujarnya.

Tanpa menyebutkan nama, Abadi menuding pihak-pihak tertentu untuk menghalangi proses pembebasan Fallujah dari pendudukan ISIS, tapi pemerintah tidak membiarkan “ISIS politik” menjerumuskan rakyat Irak ke“titik tragis”.

“Ada pihak-pihak tertentu yang entah karena tahu atau tidak tahu berusaha membekukan tindakan pemerintah dan parlemen untuk menghalangi pembebasan Fallujah, tapi kemenangan ini berlanjut dan terealisasi berkat kegigihan para pejuang… Kita tidak membiarkan ISIS politik membawa kita titik tragis melalui penghancuran manusia, penghancuran fasilitas infrastruktur dan kota-kota,” katanya.

Dia mengingatkan agar segenap komponen bangsa Irak hidup rukun karena ISIS tidak membedakan golongan, suku, mazhab dan agama sasarannya.

“Ada orang-orang yang ingin menebar sektarianisme kesukuan dan kekauman antar anak bangsa Irak dengan tujuan menciptakan problematika sosial, meskipun masyarakat ini bersatu… Perselisihan yang ada harus diselesaikan melalui kompromisasi sosial, karena hanya ada satu bahaya yang mengancam semua anak bangsa ini,’” tegasnya.

Dia juga mengatakan, “ISIS tidak membedakan Sunni, Syiah, Kurdi, Arab, Turkmen dan bahkan Yazidi. Kelompok ini membunuh semua orang dan menyebabkan malapetaka bagi semua orang.”

Haider Abadi tiba di Fallujah, Minggu, setelah kota ini diumumkan bebas sepenuhnya dari ISIS yang mendudukinya sejak tahun 2014. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL