militan suriah - anti tankDamaskus, LiputanIslam.com –  Pertempuran sengit antara pasukan Suriah dan milisi pemberontak dan ekstrimis masih berlanjut, sementara Amerika Serikat (AS) diduga telah memasok militan dengan rudal anti-tank. Dalam pertempuran terbaru, satu komandan milisi Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) bernama Abdulqader al-Jumaa terbunuh akibat gempuran tentara Suriah di Homs,  propinsi luas Suriah yang selama menjadi pusat pemberontakan.

Al-Alam Senin (7/4) melaporkan dari Suriah bahwa al-Jumaa tewas dalam pertempuran di kawasan Joret al-Shayyah. Selain dia, 30 militan lainnya juga tewas terkena ledakan yang terjadi setelah sebuah stasiun tempat kelompok militan menyiapkan bom mobil  digempur oleh pasukan Suriah di Homs .

Al-Alam juga mengutip keterangan sumber-sumber militer Suriah bahwa dua komandan milisi al-Anshar juga tewas bersama beberapa militan lainnya di Souq al-Jaj, Homs, ketika sedang mengisi mobil dengan bahan peledak. Militer Suriah juga mengaku telah menemukan 14 artefak bernilai tinggi di salah satu basis militan yang berhasil di kuasai oleh tentara Suriah.

AS Suplai  Senjata Anti-Tank

Perkembangan Perang Suriah juga mengindikasikan bahwa militan pemberontak telah didukung senjata berat anti-tank yang diduga disuplai oleh Amerika Serikat (AS).  Dugaan ini didukung beberapa laporan, termasuk laporan laman Debkafile yang berbasis di Israel pada Minggu (6/4) bahwa dua milisi moderat Suriah, FSA dan Front Revolusi Suriah telah dibekali AS dengan berbagai jenis senjata mutakhir, termasuk  armor-piercing dan rudal BGM-71 TOW.

Bulan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa dalam pertemuan antara Presiden AS Barack Obama dan Raja Abdullah dari Arab Saudi kedua pihak telah beriktikad untuk “mempersempit perbedaan pendapat antara Washington dan Riyadh mengenai dukungan kepada gerilyawan Suriah”. Jurnal ini mengutip keterangan para pejabat AS bahwa pertemuan tersebut berakhir dengan keputusan Gedung Putih untuk meningkatkan bantuan kepada pemberontak Suriah.

Hanya saja, menurut Wall Street Journal, Gedung Putih memastikan kepada Riyadh bahwa AS masih belum nyaman terhadap resiko menyuplai militan dengan senjata-senjata tertentu seperti Manpads (peluncur jinjing rudal anti pesawat udara).

Laporan serupa juga dikemukakan oleh The South China Morning Post. Menurut surat kabar ini, pemerintah AS mempertimbangkan pengiriman senjata untuk milisi Suriah dan belakangan ini “dapat mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan oposisi”.

Akhir pekan lalu, sebuah blog yang membidangi liputan perang Suriah mempublikasikan screenshots sebuah video yang baru diunggah di Youtube, yang disertai klaim bahwa dalam video itu terlihat militan Suriah menggunakan alat tempur buatan AS jenis optically-tracked dan wire-guided untuk peluncur rudal anti-tank.

Lembaga pemberitaan Fars News Minggu (6/4) juga mengutip pernyataan beberapa sumber bahwa AS memasok rudal anti tank kepada militan anti Presiden Suriah Bashar al-Assad. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*